Dinasti Soeharto Dihidupkan Kembali: Begini Kata Media Luar Negeri

Dua puluh tahun setelah kejatuhan mantan Presiden Soeharto, putra bungsunya Hutomo Mandala Putra

Dinasti Soeharto Dihidupkan Kembali: Begini Kata Media Luar Negeri
Aljazeera.com
Presiden Soeharto 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Dua puluh tahun setelah kejatuhan mantan Presiden Soeharto, putra bungsunya Hutomo Mandala Putra, atau "Tommy Soeharto", membentuk partai politik baru untuk pemilihan umum tahun 2019.

Tommy Soeharto telah melakukan tur ke beberapa daerah di Indonesia, bahkan bepergian ke Solo untuk menerima gelar kerajaan dalam upaya untuk mendapatkan dukungan dari calon pemilih.

Tommy dan Partai Berkarya yang baru dibentuk berfokus pada kesenjangan yang semakin melebar antara orang kaya dan miskin di Indonesia. 

"Kami telah melalui 20 tahun reformasi, tetapi situasinya belum membaik," katanya. "Utang nasional kita telah meningkat, dan kondisi kehidupan rakyat kita belum membaik."

Dikutip aljazeera.com, tujuan Partai Berkarya , menurut Tommy, adalah untuk "mengembangkan ekonomi rakyat yang akan dikendalikan oleh rakyat dan bermanfaat bagi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat".

Ia tidak khawatir bahwa warisan nama buruk rezim ayahnya akan mencemari kampanyenya. Dia mengatakan bahwa orang Indonesia "merindukan" untuk kembali. 

Warisan korupsi

Nama 'Soeharto' identik dengan korupsi di Indonesia, tetapi Tommy adalah satu-satunya anggota keluarga yang telah dihukum karena korupsi.

Tommy Soeharto
Tommy Soeharto (Aljazeera.com)

Perserikatan Bangsa Bangsa dan Transparansi Internasional telah menuduh bahwa Soeharto mencuri lebih banyak aset negara daripada pemimpin dunia lainnya, sebesar miliaran dolar, klaim yang ditolak putranya.

"Angka-angka ini tidak benar," katanya. "Mereka telah mengatakan bahwa ayah saya memiliki miliaran dolar di Eropa di bank Swiss ... tidak ada yang memberikan bukti. Itu tidak pernah terbukti." 

Pada 2015, Mahkamah Agung Indonesia memerintahkan keluarga Suharto untuk membayar lebih dari $ 400 juta yang digelapkan dari yayasan beasiswa, tetapi uang itu belum dikembalikan.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved