Penemuan yang Mengubah Dunia: Mesiu dari China hingga Tinta Asal Sulawesi
Bulan Ramadhan akrab dengan banyak hal. Salah satunya adalah suara petasan yang banyak dimainkan.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan Ramadhan akrab dengan banyak hal. Salah satunya adalah suara petasan yang banyak dimainkan.
Meski saat ini, petasan sudah dilarang, tapi di beberapa daerah petasan masih digunakan terkait tradisi.
Berbicara petasan pasti terkait dengan bubuk mesiu yang jadi bahan utamanya.
Mesiu tak hanya digunakan pada petasan tapi juga bahan pendorong senjata api, senjata ledak seperti granat dan bom, hingga kembang api.
Sayangnya, penemuan mesiu ini justru mengarah pada penemuan yang paling mematikan, yaitu bom atom.
Namun, tahukah Anda, mesiu sebenarnya diciptakan dari kesalahan?
Mesiu pertama kali dibuat oleh ahli kimia China pada abad ke-9.
Pada masa tersebut, ilmuwan China telah bermain-main dengan zat pengoksidasi potasium nitrat. Pada masa itu, zat ini digunakan dalam senyawa medis.
Hingga suatu saat, seorang ilmuwan mulai berpikir mencampurnya dengan belerang dan arang.
Saat itu, ahli kimia tersebut bukan ingin menciptakan bahan peledak melainkan ramuan kehidupan abadi.
Namun hasilnya justru bubuk misterius yang menghasilkan asap dan api yang membuat wajah dan tangan para ilmuwan terbakar.
Mengetahui temuan ini bisa menjadi senjata api, pasukan militer China pada Dinasti Song membuat purwarupa pistol untuk melawan musuh utama mereka, bangsa Mongol.
Pistol ini bekerja dalam teori penyaluran ledakan melalui silinder. Awalnya, tabung yang digunakan adalah bambu.
Mesiu terus dimonopoli orang China hingga abad ke-13. Hingga akhirnya melalui jalur sutra, mesiu tersebar ke seluruh dunia.
Pada 1350, meriam mesiu menjadi senjata yang digunakan oleh tentara Inggris dan Perancis.
Tahun 1453, Pemerintah Ottoman Turki menggunakan meriam mesiu untuk pengepungan Konstatinopel.
Hingga awal abad ke-20, mesiu menjadi bahan peledak untuk memecah batu bara dan batu.
Pada 1860-an, bubuk mesiu secara bertahap mulai ditinggalkan dalam penggunaannya di senjata api.
Tidak diragukan lagi bahwa mesiu telah mengubah wajah dunia selamanya. Dengan temuan ini, senjata api mulai diciptakan dan berkembang.
Tak hanya itu, mesiu juga digunakan untuk tenaga pendorong roket, meriam, senjata tangan, hingga bom.
Penemuan yang Mengubah Dunia: Tinta, Pertama Kali Dibuat di Indonesia
2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Terkait hal itu, salah satu penemuan penting bagi pendidikan adalah tinta.
Dengan tinta, pena hingga printer akhirnya tercipta. Benda-benda itu penting bagi dunia pendidikan saat ini.
Penggunaan tinta menyimpan sejarah yang panjang. Salah satunya melibatkan Indonesia.
Tahukah Anda, tinta pertama diciptakan dan digunakan di Sulawesi?
Ini terbukti dengan lukisan gua tertua di dunia yang ada di El Castillo, Spanyol dan Sulawesi, Indonesia.
Di era ini, tinta yang digunakan adalah oker untuk warna merah dan mangan untuk warna hitam. Tak hanya itu, manusia pada masa itu juga menggunakan getah tumbuhan dan darah hewan.
Sejak saat itu, bahan tinta dan karakteristiknya telah berubah.
Di China
Sejarah lain juga mencatat, China tahu tentang tinta pada abad ke-23 sebelum masehi (SM). Saat itu mereka membuat tinta dari tanaman, hewan, dan mineral.
Kegunaan tinta di China pada masa tersebut adalah untuk melukis di sutra maupun kertas.
Di antara semua bahan, tinta terbaik pada masa tersebut terbuat dari getah pinus yang berasal dari pohon berusia 50 hingga 100 tahun.
Mereka juga membuat tinta dari campuran lem, karbon, jelaga, dan pigmen hitam tulang yang dicampur menggunakan penumpuk.
Bukti tinta paling awal di China adalah tongkat tinta modern yang dibuat sekitar tahun 256 SM.
Di India
Di India, tinta dibuat sejak abad ke-4 SM. Tinta tersebut disebut dengan "masi".
Masi terbuat dari tulang yang dibakar, karbon cair, semacam lem hewan. Masi digunakan terutama untuk menggambar.
Namun, seiring berjalannya waktu, tinta di India lebih menggandalkan bijih merkuri dibanding menggunakan karbon.
Tinta berbasis karbon seperti tinta awal di India memang punya data tahan yang hebat. Ini membuat cahaya atau bahan kimia tertenti tidak menyebabkannya pudar.
Sayangnya, tinta jenis ini memerlukan kertas yang bisa menyerap. Karena jika tidak, tinta jenis ini akan mengelupas permukaannya dan menjadi serpihan.
Hal tersebut membuat tulisan atau gambar dari tinta tidak konsisten. Dengan kata lain, jenis ini kurang ideal.
Yunani dan Romawi
Tinta karbon masih digunakan pada masa kerajaan Yunani dan Romawi. Tinta pada masa tersebut dibuat menggunakan jelaga, lem, dan air.
Meski tidak merusak kertas, tinta yang digunakan pada masa Yunani dan Romawi ini tidak tahan lembap dan bisa luntur.
Setelah berabad-abad, atau sekitar 1.600 tahun lalu, resep tinta populer dibuat. Resep ini kemudian disebut "iron gall ink" karena bahan-bahan pembuatannya.
Tinta ini dibuat dari garam besi dan asam tannic.
Saking populernya, tinta ini digunakan dari abad ke-5 hingga abad ke-19.
Di Eropa
Tinta di Eropa datang cukup terlambat. Orang Eropa mulai mengenal tinta antara tahun 1436 hingga 1450 yang dibuat oleh Johannes Gutenberg, seorang pandai emas.
Gutenberg membuat tinta dengan mencampur pernis atau minyak biji rami direbus dengan jelaga. Selama 300 tahun, tinta ini terus digunakan dengan sedikit modifikasi dalam komposisinya.
Pada 1772, paten pertama dikeluarkan di Inggris untuk tinta berwarna. Inilah mulanya tinta warna digunakan di dunia.
Setelah mengalami perjalanan panjang, barula pada awal abad ke-20, pembuatan tinta menjadi proses industri kimia yang rumit.
Pada masa ini, pembuatan tinta modern mulai memperhitungkan permukaan yang akan dicetak, proses pencetakkan, dan berbagai persyaratan khusus lainnya seperti warna, kapasitas, transparansi, kecemerlangan, dan lain sebagainya.
Pada 2011, konsumsi tinta cetak di dunia menghasilkan pendapatan lebih dari 20 miliar dollar AS. *
Artikel ini telah dimuat di kompas.com dengan judul: Penemuan yang Mengubah Dunia: Mesiu, Bahan Petasan hingga Bom Rakitan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mesiu_20180518_002321.jpg)