Drum Band Menyambut Jenazah Pastor Fred Tawalujan

Barisan Putra-Putri Altar (PPA) berada di paling depan untuk mengantar masuk. Kemudian drum band dengan pukulan mars untuk mengantar jenazah.

Drum Band Menyambut Jenazah Pastor Fred Tawalujan
ISTIMEWA
Jenazah Pr Fred Tawalujan 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Drum Band Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Ignatius Malalayang Manado menjemput jenazah Pastor Fred Tawalujan, ketua Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Manado di depan gereja Paroki Santa Theresia Malalayang, Jumat (18/5/2018). Tampak menjemput juga Pastor Paroki Malalayang Pastor Louis Bayak dan Pastor Paroki Santo Ignatius Manado Pastor Frans Mandagi.

Barisan Putra-Putri Altar (PPA) berada di paling depan untuk mengantar masuk. Kemudian drum band dengan pukulan mars untuk mengantar jenazah. Umat masuk paling akhir.

Sebelumnya jenazah mantan ketua Yayasan Pendidikan Keuskupan Manado di antar dari Talawaan dengan kawalan mobil pengawal kepolisian. Ada juga kawalan Legio Christi (LC) Unit Malalayang dan Karombasan.

Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC sempat menjemput jenazah ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) itu di halaman depan wisma keuskupan. Ia ditemani Sekretaris Keuskupan Pastor John Montolalu dan Prokur (Bendahara) Keuskupan Manado Pastor Yansen Dianomo.

Pastor John lalu berdoa singkat. Setelah itu jenazah dibawa ke Malalayang

Di rumah keluarga di Talawan, Pastor Berce Karundeng memimpin misa bersama Pastor Vecky Singal (mantan ketua Yayasan Pendidikan Keuskupan Manado) dan Pastor Berty Tijow MSC (superior daerah MSC Sulawesi Kalimantan Timur dan Utara). Pastor Vecky dalam renungannya mengatakan Pastor Fred telah banyak memberikan kesaksian hidup. Pastor Fred telah menunjukkan pengakuan imannya.

"Tidak sia-sia jika biji gandum mati. Ia menerima buah-buah yang ia tanam juga delapan tahun di komisi pendidikan," katanya.

Ia mengajak semua berdoa untuk keselamatan jiwa pastor Fred. Apalagi selama hidup, Pastor Fred sudah memberikan berkat bagi banyak orang.

Camat Talawaan Johan Wewengkang mengatakan semua manusia akan mati. Tapi Pastor Fred telah melaksanakan karya pengabdian bahkan Sulawesi Tengah

"Ia dekat dengan pemerintah. Iman dan kepercayaan juga tak goyah dalam kondisi apapun," katanya.

Johan mengatakan Pastor Fred telah memberikan sumbangsih. Pastor Fred anak bangsa yang ikut dalam pembangunan.

"Kita termotivasi untuk bekerja seperti beliau. Kita kehilangan yang memberikan dirinya untuk orang lain sampai akhir hayatnya," katanya.

Penulis: David_Manewus
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved