Breaking News:

Ramadan 2018

Azan Berkumandang, Salat Magrib atua Buka Puasa Terlebih Dahulu?

Terkadang umat muslim merasa binggung untuk mengerjakan salat Magrib terlebih dahulu atau berbuka puasa yang didahulukan.

Editor: Siti Nurjanah
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkadang umat muslim merasa binggung untuk mengerjakan salat Magrib terlebih dahulu atau berbuka puasa yang didahulukan.

Untuk menentukan pilihan tersebut, hendaknya kita merujuk kepada sunnah atau dalil hadits-hadits Nabi dan juga cara Nabi ketika berbuka puasa.

mari simak beberapa hadist berikut:

1. Dari Sahal bin Sa'ad ra. Rasulullah saw bersabda : tidak akan hilang kebagusan manusia yaitu orang-orang yang menyegerakan berbuka.

2. Dari 'Athiyah. berkata: Aku abi Athiyah dan Masruq datang kepada Siti 'Aisyah ra., Masruq berkata kepada Aisyah: ada dua orang sahabar Nabi Muhammad saw, dua orang tersebut tidak sama dalam mengerjakan kebaikan, yang satu mendahulukan mengerjakan sholat magrib dan berbuka belakangan. Adapun yang satunya lebih mendahulukan berbuka dan sholat magrib setelahnya. Siti 'Aisyah berkata : siapakah yang mendahulukan sholat magrib dan setelah itu berbuka? Masruq menjawab : Abdullah bin Mas'ud. Kemudian Aisyah berkata : seperti itu juga boleh. Rasulullah saw juga melakukan seperti itu.

3. Dari sahabat Anas ra. berkata : Rasulullah saw makan berbuka puasa sebelum sholat (magrib) yaitu dengan makan kurma yang masih basah (baru). Apabila tidak ada kurma basah, yaitu makan kurma kering. Apabila tidak ada kurma, yaitu dengan minum tiga cawuk (cangkir) air.

Dalam hadits di atas, menyegerakan berbuka adalah lebih disunnahkan dengan catatan tidak sampai kita kehilangan waktu sholat magrib yang hanya sebentar dan sangat pendek.

Oleh sebab itu langkah bijaksana yang dapat kita ambil dari cara Nabi berbuka adalah menyegerakan berbuka terlebih dahulu dengan memakan kurma atau minum air sehingga memberi tenaga yang cukup bagi kita untuk melaksanakan sholat magrib.

Setelah itu dilanjut dengan dzikir setelah sholat magrib dan berdoa setelah sholat kemudian dilanjutkan dengan berbuka makan setelah melaksanakan sholat magrib.

Dengan demikian kita tidak akan kehilangan waktu sholat magrib yang hanya sebentar dan singkat.

Jika makanan sedang dihidangkan ketika waktu shalat, apakah seseorang harus segera makan?

Sebagian ulama memberikan persyaratan sebagai berikut:

Pertama, jika ada keinginan untuk makan. Jika tidak ada keinginan, karena tidak nafsu atau sudah kenyang atau sebab lainnya, dia tidak harus makan

Kedua, waktu shalat masih longgar jika mendahulukan makan. Jika waktunya sempit, tidak memungkinkan jika makan dulu, maka dia harus mendahulukan shalat.

Ketiga, memungkinkan untuk makan. Jika tidak memungkinkan, maka dia harus mendahulukan shalat. Contoh tidak memungkinkan: makanan dihidangkan di warung, sementara dia tidak memiliki uang untuk membelinya. Atau dia sedang puasa, sementara makanan dihidangkan di waktu asar. (TribunWow.com/Woro Seto)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved