Bangkai Hewan Tertumpuk di Bawah Jembatan Soekarno, Kadang Seminggu Baru Diangkat
Tumpukan sampah dan bangkai hewan telihat menggunung di bawah Jembatan Soekarno, lokasinya tak jauh dari Pasar Bersehati
Penulis: Finneke | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bau menyengat datang dari tumpukan sampah di bawah Jembatan Soekarno.
Lokasinya tak jauh dari Pasar Bersehati, tepatnya di pintu masuk pelabuhan barang.
Sampah menggunung, terdiri dari macam-macam sampah. Ada sayur-sayuran, plastik, bangkai hewan, ikan serta segala jenis sampah yang dihasilkan dari aktivitas jual beli di Pasar Bersehati.
Ada kambing peliharaan warga di pasar yang tampak memakan sampah-sampah organik dari sayur mayur. Tapi mereka menjauh dari tumpukan bangkai hewan, yang diketahui bangkai sapi. Kumpulan lalat tampat beterbangan di area bangkai hewan tersebut.
Di ujung jembatan, warga tampak tak terganggu dengan kondisi tersebut. Ada yang tidur nyenyak ada beberapa yang hanya duduk, tak melakukan banyak aktivitas. Di pintu masuk, warga tampak bercengkeramah.
"Ini karena angin, makanya tak terlalu bau. Anginnya mengarah ke laut," ujar Handri Yusup (43) warga Sumumpo yang sering berada di sekitar pelabuhan.
Menurut pengakuannya, kondisi ini berlangsung setiap saat. Kadang sampah sudah sangat busuk, sudah seminggu tertumpuk, baru petugas mengangkatnya.
"Di sini memang tempat sampah. Setahu saya PD Pasar yang membuangnya di sini. Mereka jarang mengangkatnya. Pokoknya ditumpuk seminggu kadang, baru diangkat. Ini kan jorok sekali," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180516_151728.jpg)