Wagub Sulut Tegaskan Jangan 'Pandang Enteng' Cabai Jelang Hari Besar Keagamaan
Si kecil pedas ini nyatanya kerap kali menyebabkan inflasi kalau harganya sedang meroket.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jangan meremehkan komoditas bumbu dapur jenis rica atau cabai rawit.
Si kecil pedas ini nyatanya kerap kali menyebabkan inflasi kalau harganya sedang meroket.
"Rica (cabai) ini jangan pandang enteng (anggap remeh), rica ini yang selalu diingatkan Bank Indonesia, " kata Steven Kandouw, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw saat rapat koordinasi stabilitas harga dan ketersediaan boangam di Ruang C J Rantung, Kantor Gubernur, Selasa (15/5/2018).
Steven mengstakan, jika rica ini naik tingkat kemiskinan ikut baik.
"Rica 20 ribu naik jadi Rp 50 ribu, maka warga ketambahan pengeluaran Rp 30 ribu," kata dia.
Dalam sebulan saja 10 kali membeli rica maka ada pengeluaran Rp 300 ribu.
Rp 300 ribu ini jika dibandingkan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulut Rp 2,8 juta maka 10 persen lebih sudah dihabiskan untuk membeli rica.
"Jadi penghasilan UMP, 10 persennya beli rica. Belum kebutuhan lain," kata dia.
Ia mengharapkan ada langkah strategis ke depan untuk mengendalikan harga rica ini. (Tribun Manado/Ryo Noor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/steven-kandouw_20180515_124705.jpg)