Pemecah Ombak di Likupang

Terkait Kasus Pemecah Ombak di Likupang, Direktur BNPB Ditahan Kejati Sulut

Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan akhirnya ditahan oleh Kejati Sulut

Terkait Kasus Pemecah Ombak di Likupang, Direktur BNPB Ditahan Kejati Sulut
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (14/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah dua bulan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang, Minahasa Utara, Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Senin (14/5/2018).

Sebelum ditahan, Junjungan terlebih dulu menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di ruang penyidikkan Kejati Sulut.

Baca: Kuasa Hukum Dokter Rosa Minta JPU Hadirkan Saudara Bupati Minut di Sidang Pemecah Ombak

Baca: Hakim PN Manado Tinjau Lokasi Pemecah Ombak, Begini Penjelasan Warga Likupang

Baca: Kuasa Hukum Minta Hakim Hentikan Perkara Pemecah Ombak Karena Hal Ini

Junjungan dibawa ke Rutan Kelas II A Manado menggunakan mobil Kejati Sulut dengan nomor polisi DB 303.

Ketika turun dari lantai tiga menuju mobil, Junjungan sama sekali tak mengucapkan sepatah katapun.

Ia memilih bungkan ketika awak media menanyakan tentang keterlibatan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

Baca: Saksi Ungkap Peran Bupati Minut dalam Kasus Pemecah Ombak, Tanpa SK Proyek Sudah Dikerjakan

Baca: Nama Mantan Kapolresta Manado Kembali Disebut Saksi di Sidang Dugaan Korupsi Pemecah Ombak

Baca: Saksi Sebut Nama Mantan Kapolresta Manado di Sidang Kasus Pemecah Ombak Likupang

 

Menurut Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasiepenkum) Kejati Sulut Yoni E. Mallaka ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa JT ditahan karena dari hasil pemeriksaan terbukti terlibat dalam dugaan korupsi proyek pemecah ombak Likupang Minahasa Utara.

"Junjungan diduga menyalahi aturan ketika mencairkan dana proyek pemecah ombak Likupang sehingga merugikan negara sebesar Rp 8,8 Miliar," ujarnya.

Ketika ditanyakan alasan kenapa baru menahan Junjungan sekarang, Yoni mengaku bahwa pemeriksaan saksi sangatlah panjang.

"Sampai hari ini kami sudah periksa sekitar 40 saksi dan ada beberapa penyitaan alat bukti dan kesempatan itulah kami akhirnya menahan JT setelah diperiksa sebanyak tiga kali," tegasnya.

Baca: Sebut Nama Bupati Minut di Sidang, Saksi: VAP Selalu Telepon Saat Dana Akan Cair

Baca: Saksi Mengaku Antar Kardus Kecil ke Rumah Bupati Minut, Terdakwa: Itu Uang Rp 1 Miliar

 

Yoni juga mengatakan bahwa Junjungan akan ditahan di Rutan Kelas II A Manado selama 20 hari.

"JT akan ditahan selama 20 hari dan dan secepatnya kami akan melengkapi berkas untuk diserahkan ke pengadilan," tandasnya. 

Diketahui, dalam perkara ini, terdakwa Rosa Tindajoh, Stevenson Solang dan Robby Moukar telah diseret hingga ke meja hijau, karena diduga turut terlibat dalam aksi korupsi Rp 8,8 miliar uang negara yang keluar melalui pos anggaran BNPB

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved