Sidang Kasus Pembunuhan di Bahu, Ini Alasan Terdakwa Bunuh Pasangan Kumpul Kebohnya 

Peristiwa berdarah yang terjadi di Kelurahan Bahu Lingkungan IX Kecamatan Malalayang,

Sidang Kasus Pembunuhan di Bahu, Ini Alasan Terdakwa Bunuh Pasangan Kumpul Kebohnya 
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Sidang kasus pembunuhan di Kelurahan Bahu Lingkungan IX Kecamatan Malalayang, Manado di Pengadilan Negeri Manado, pada Senin (14/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peristiwa berdarah yang terjadi di Kelurahan Bahu Lingkungan IX Kecamatan Malalayang, Manado akhirnya masuk ke meja hijau,  di Pengadilan Negeri Manado, pada Senin (14/5/2018)

Dalam sidang yang menewaskan Eva Takasihaeng (49) ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Sinaga menghadirkan tiga saksi.

Ketiga saksi tersebut yakni Livia Manginsihi, Christ, dan satu bocah berusia 6 tahun bernama Patraman Kajata.

Dari penuturan ketiga saksi, diketahui terdakwa yang berinisial BFL ternyata mempunyai hubungan spesial dengan korban.

"Waktu itu dia (tersangka) datang ke rumah saya dan mengaku ingin menjemput tante Eva, karena dimalam sebelumnya mereka berdua bertengkar dan tante Eva kabur ke rumah saya dengan wajah lebam," ujar Livia.

Ketika masuk ternyata BFL sudah mengambil pisau didapur lalu menikam korban.

"Saya tidak lihat kejadiannya secara langsung, tapi waktu itu ada suara minta tolong dan ketika saya ke dalam tante Eva sudah terkapar dengan penuh darah," ucapnya.

Sidang ini dipimpin oleh ketua majelis hakim Donald E. Malubaya dan Djulita T. Massora.

Tersangka BFL ketika ditanyai hakim tentang alasan menikam pasangan kumpul kebohnya mengaku khilaf.

"Saya ke rumah Livia untuk mengajak dia (korban) pulang, tapi dia menolak. Karena marah, saya lalu ambil pisau dan menikam bagian paha. Ternyata tikaman tersebut sampai di organ intimnya," aku tersangka.

Usai menikam sang kekasih, BFL lalu melarikan diri dari lokasi. "Langsung kabur ke rumah saudara, tapi paginya sudah ditangkap polisi," bebernya.

Akibat perbuatanya, BFL pun terancam dipenjara hingga belasan tahun.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/11/2017) di Kelurahan Bahu Lingkungan IX Kecamatan Malalayang, dimana Eva harus meregang nyawa setelah ditikam oleh sang kekasih.

Masyarakat sempat mendengar adu mulut antara Eva dan BFL sebelum ia ditemukan bersimbah darah.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved