Bom di Surabaya
Bom di Surabaya, Paus Fransiskus Doakan Korban dan Keluarga
Paus Fransiskus juga berdoa untuk korban pengeboman Surabaya di Istana Kepausan, Minggu (13/5/2018).
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, VATIKAN - Paus Fransiskus juga berdoa untuk korban pengeboman Surabaya.
Itu dikatakannya saat doa Regina Caeli di Istana Kepausan, Minggu (13/5/2018).
"Saya secara istimewa merasa dekat dengan saudara-saudara terkasih di Indonesia terlebih komunitas kristen di Kota Surabaya yang mengalami musibah besar karena serangan melawan kemanusiaan dan budaya. Saya berdoa untuk korban kekerasan dan juga untuk segenap anggota keluarganya. Semoga Tuhan menghadirkan damai. Kita berjuang utk perdamaian dan persaudaraan. Mari kita berdoa dalam hening"
Video wejangan Paus ini sudah lebih dulu dikirimkan Pastor Dammy Pongoh melalui aplikasi Whatsapp.
Islamolog Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STFSP) itu merupakan Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Manado.
Pastor Yantje Mangkey, Sekretaris Propinsi MSC Indonesia yang dihubungi TribunManado.co.id mengatakan ada tradisi Paus akan muncul di jendela istana kepausan saat hari Minggu atau Hari Raya utama.
Mantan unsur pimpinan MSC sedunia yang pernah tinggal di Roma belasan tahun ini mengatakan Paus biasanya pada saat itu akan berdoa Angelus (Masa Biasa) atau Regina Caeli (Masa Paskah) bersama umat.
"Setelah itu, ia akan memberkati umat. Setelah memberkati umat, Paus memberi wejangan soal hal yang menarik perhatian dunia," katanya.
Saat ini peristiwa Surabaya menjadi perhatian Paus.
Ia memberi wejangan untuk itu.(Tribun Manado/David Manewus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/paus-fransiskus_20180514_160421.jpg)