Kasus Pemecah Ombak di Likupang, Kejati Sulut Indikasikan JT Bukan Tersangka Terakhir

Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan

Kasus Pemecah Ombak di Likupang, Kejati Sulut Indikasikan JT Bukan Tersangka Terakhir
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Kejati Sulut menahan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan dalam kasus proyek pemecah ombak Likupang Minahasa Utara (Minut), pada Senin (14/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski baru saja menahan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan dalam kasus proyek pemecah ombak Likupang Minahasa Utara (Minut), namun Kejati Sulut mengindikasikan bahwa Junjungan bukan tersangka terakhir.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut, Yoni E. Mallaka ketika ditemui sejumlah awak media, Senin (14/5/2018) di kantor Kejati Sulut.

"Sampai saat ini kami terus melakukan pemeriksaan dan jika ada bukti baru, maka tidak menutup kemungkinan adapula tersangka barunya," ujar Yoni.

Ia menegaskan Kejati Sulut sangat serius menangani kasus ini. "Tapi memang jika menetapkan tersangka harus membutuhkan alat bukti yang cukup. Kita lihat saja perkembangan penyelidikkan seperti apa," ucapnya.

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan. 

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved