Karya Tulis Jurnalis Tribun Manado Juara Kategori Cetak Fellowship Protecting Live and Livelihood

Karya jurnalis Tribun Manado Finneke Wolajan menjadi pemenang kategori cetak dalam Fellowship Protecting Live and Livelihood

Karya Tulis Jurnalis Tribun Manado Juara Kategori Cetak Fellowship Protecting Live and Livelihood
ISTIMEWA
Finneke Wolajan usai acara pengumuman pemenang di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI pada Senin (14/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Karya jurnalis Tribun Manado, Finneke Wolajan dengan judul "Rabies Dalam Perdagangan Daging Anjing di Sulawesi Utara" menjadi pemenang kategori cetak dalam Fellowship Protecting Live and Livelihood yang diselenggarakan AJI Indonesia, Food and Agriculture Organization of the United Nations dan Kementerian Pertanian RI.

Pengumuman pemenang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Senin (14/5/2018) siang.

Pemenang kategori online diraih Shinta Maharani jurnalis Tempo dengan karya "Memerangi Antraks di Jawa Tengah" dan kategori televisi jatuh pada Mutiara Ramadhini jurnalis Kompas TV dengan karya "Indonesia Masih Bisa Kena Wabah Flu Burung".

Pemenang mendapat hadiah uang tunai Rp 5 juta, sertifikat, serta mengikuti The 5th International One Health Congress di Kanada, akhir Juni 2018 mendatang.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari workshop untuk 25 jurnalis terpilih se-Indonesia, Maret 2018 lalu di Bogor.

Dari 25 jurnalis tersebut, kemudian disaring sepuluh jurnalis untuk mendapat fellowship. Setelah karya terbit, panitia lalu memilih tiga terbaik di masing-masing kategori.

Mantan Ketua AJI Indonesia, Suwarjono, mewakili pengurus saat ini mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menulis isu zoonosis dan penyakit menular atau Emerging Infectious Diseases (EIDs). Apalagi bahaya laten penyebaran virus ini membayangi Indonesia.

Kepala Perwakilan Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) di Indonesia, Stephen Rudgar mengatakan sudah lebih dari satu dekade, FAO bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI dalam upaya menanggulangi isu zoonosis dan EIDs di Indonesia, melalui FAO ECTAD.

Ia berharap akan semakin banyak jurnalis yang menulis isu ini untuk Indonesia lebih aman dan sehat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita hadir mewakili Menteri Pertanian RI. Ia berharap peran media dalam isu zoonosis dan EIDs ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian. Serta mendukung upaya global pencegahan dan pengendalian penyakit hewan melalui pendekatan One Health.

Finneke Wolajan dalam kesempatan membawakan sambutan dalam acara penganugerahan tersebut mengucapkan terima kasih kepala AJI Indonesia, FAO dan Kementan RI yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Redaksi Tribun Manado, tempat di mana ia bernaung.

"Semoga masyarakat makin sadar dengan isu zoonosis dan EIDs. Isu ini tak bisa dianggap remeh. Jangan kemudian ada jiwa yang melayang, baru tersadar. Liputan saya soal isu ini takkan berhenti setelah ini. Saya juga berharap akan makin banyak jurnalis yang mau menulis isu ini," jelasnya.

Penulis: Finneke
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved