Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom di Surabaya

Kapolri: Aksi Teror Bom di Surabaya Terkait Dinamika Terorisme Internasional

Selain bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, ledakan bom juga terjadi Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya.

Editor: Siti Nurjanah
Tribunnews/Jeprima
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian saat melakukan konferensi pers di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017). Kapolri menjelaskan terduga pelaku bom bunuh diri kampung Melayu adalah jaringan teroris jamaah Anshorut Daulah (JAD) dua pelaku itu ternyata satu jaringan dengan JAD Bandung. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi teror bom terjadi di Surabaya sejak Minggu (13/5/2018) hingga Senin (14/5/2018).

Selain bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, ledakan bom juga terjadi Sidoarjo dan Polrestabes Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan bahwa aksi teror di Surabaya ini terkait dengan aksi teror lain yang berlangsung di berbagai penjuru dunia.

Kapolri menyebutkan bahwa sepanjang koflik di Timur Tengah atau Afghanistan masih terjadi maka aksi terorisme juga masih akan terjadi dimana-mana.

Ia juga menyebutkan bahwa ISIS ikut andil dalam aksi terorisme di berbagai penjuru dunia.

"Problem terorisme ini seperti seperti yang saya sampaikan terjadi di mana-mana. Ini bukan dinamika lokal, tapi internasional," ujar Tito Karnavian dalam konferensi pers di Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (14/5/2018) seperti yang dilansir dari Kompas TV.

"Sepanjang terjadi konflik di Timur Tengah, Afghanistan, ISIS masih tetap jalan, maka seluruh dunia akan mengalami akibatnya. Di Prancis, London, Belgia, kemudian di Amerika Serikat (AS) sendiri terjadi, apalagi di daerah lain juga," tambah nya.

Kapolri juga menyampaikan bahwa yang bisa dilakukan pihaknya dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan mengehentikan jaringan-jaringan terorisme yang ada di Inonesia.

"Jadi itu, yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana menekan mereka supaya mereka tidak berkembang," tutup Tito Karnavian. (*)

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved