BP KBK Keuskupan Manado Ajak Umat Berdoa
Jimmy Pandelaki mengajak seluruh umat Katolik untuk mendoakan keselamatan para korban bom di tiga gereja di Surabaya yang terjadi Minggu (13/5/2018)
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Berbagai pesan pengecaman terhadap bom bunuh diri di Surabaya beredar sejak Minggu (13/5/2018).
Itu dikatakan langsung maupun pesan media sosial.
Sekretaris Umum Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado Jimmy Pandelaki mengajak seluruh umat Katolik untuk mendoakan keselamatan para korban bom di tiga gereja di Surabaya yang terjadi Minggu (13/5/2018).
"Mari kita doakan keselamatan korban bom di gereja Surabaya, bagi yang meninggal semoga diterima di sisi kanan Allah Bapa di Surga dan keluarga diberi ketabahan, dan bagi yang luka-luka agar diberi keselamatan cepat sembuh dari luka yang diderita," kata Pandelaki di Manado, Senin (14/5/2018).
Selain mendoakan para korban, Pandelaki juga mengajak umat untuk mendoakan para pelaku teror tersebut untuk mendapat pengampunan dari Tuhan, atas tindakan di luar prikemanusiaan yang mereka lakukan.
"Semoga mereka yang melakukannya diberi ampunanNya," kata Pandelaki.
Pandelaki mengajak umat Katolik mendoakan agar peristiwa seperti ini tidak terjadi kembali di kemudian hari.
"Doakan pula, agar proses pengungkapan kasus ini oleh pihak kepolisian bisa berjalan lancar, hingga dapat diketahui siapa dalang di belakang peristiwa yang memilukan ini," katanya.
Sementara itu Andreas Kindangen, warga Malalayang menulis.
"Andreas Kindangen mengecam dengan keras pemboman gereja di Surabaya yang terjadi Minggu 13 Mei 2018, yang mengakibatkan korban jiwa , belasan luka-luka , serta cidera. Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan menjijikkan ini harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Pemerintah harus segera bergerak cepat merespon tragedi ini. Keselamatan dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Ada satu orang teman saya yg kuliah di surabaya, dari malalayang manado , rencana mau masuk gereja di situ , syukur kepada Allah dia sampai setelah ledakan terjadi , sudah ada polisi dan di police line , sehingga bisa terhindar dari peristiwa naas ini.
Pemboman ini mengancam eksistensi dan keutuhan NKRI. Bangsa Indonesia harus bebas dari ancaman terorisme. Kita harus melawan dan menumpas sampai keakarnya orang atau kelompok yang menebar segala bentuk aksi teror.
NKRI harga mati ! Tumpas Terorisme !.".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180514_125606.jpg)