STF-SP Rayakan Dies Natalis ke-48, Adakan Seminar Ilmiah Sejarah Iman Katolik

STF-SP mengadakan seminar ilmiah "Sejarah Iman Katolik di Indonesia dan Keuskupan Manado", Jumat (11/5/2018).

STF-SP Rayakan Dies Natalis ke-48, Adakan Seminar Ilmiah Sejarah Iman Katolik
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Seminar Ilmiah "Sejarah Iman Katolik di Indonesia dan Keuskupan Manado", Jumat (11/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng (STF-SP) mengadakan Seminar Ilmiah "Sejarah Iman Katolik di Indonesia dan Keuskupan Manado", Jumat (11/5/2018).

Itu dalam rangka Dies Natalis ke-48 STF-SP.

Pembicaranya ialah Doktor Albertus Sujoko, dosen STF-SP.

Hadir Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dan Uskup Emeritus Manado, Mgr, Josef Suwatan MSC juga para dosen.

Romo Sujoko menceritakan komunitas kristiani di Indonesia sudah ada abad ke-7 tapi menguap tanpa bekas.

"Lalu pada abad ke-16 sekitar tahun 1534, seorang imam Portugis Simon Vas melakukan penginjilan di Pulau Ternate dan Maluku dan menjadi martir. Kemudian sekitar tahun 1546 sampai 1547 para pastor Jesuit, termasuk di antaranya Fransiskus Xaverius dengan penuh semangat membabtis banyak orang Maluku sampai diperkirakan mencapai jumlah 150 Ribu orang Katolik," katanya.

Akhir Mei tahun 1563, ia mengatakan Pastor Diogo de Magelhaes SJ datang ke Teluk Manado.

Ia lalu banyak membabtis.

Namun, semua hasil karya misi zaman para misionaris Portugis dan Spanyol hilang lenyap dengan kedatangan orang-orang Belanda.

"Peristiwa yang menentukan kemudian ialah tanggal 5 Juni 1806 Raja Louis I Napoleon Bonaparte, seorang Katolik, naik tahta menjadi Raja Belanda. Adanya raja ini mematahkan dominasi dan Protestan di Hindia Belanda (Indonesia) dan memungkinkan misionaris Katolik masuk wilayah nusantara," katanya.

Ia mengatakan dengan bantuan Bonaparte akhirnya ada prefektur apostolik untuk Hindia Belanda.

Setelah itu datang para misionaris praja dari Belanda menyusul para misionaris Serikat Jesus.

"Pada 150 tahun lalu Pastor Jan De Vries SJ datang atas undangan Daniel Mandagi. Walau kemudian hambatan lagi saat itu tapi kemudian berkembang terus sampai sekarang," katanya.(Tribun Manado/David Manewus)

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved