Perpisahan Orangtua Jadi Penyebab Anak Menjadi Gagap

Siapa sangka, jumlah anak laki-laki yang gagap ternyata 3 kali lebih banyak daripada anak perempuan.

Perpisahan Orangtua Jadi Penyebab Anak Menjadi Gagap
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Siapa sangka, jumlah anak laki-laki yang gagap ternyata 3 kali lebih banyak daripada anak perempuan.

Hal ini diungkapkan oleh National Stuttering Association (NSA) Amerika Serikat, sebuah asosiasi dan peneliti orang gagap.

Sebenarnya apakah yang menyebabkan seseorang menjadi gagap?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa gagap ialah masalah atau gangguan bicara pada seseorang.

Selain lebih sering dialami oleh laki-laki, gagap juga lebih sering dialami oleh anak-anak dibandingkan dewasa. Terutama anak-anak yang berusia 2 dan 5 tahun.

Dilansir dari Mom Junction, gagap pada anak biasanya dialami saat dia tengah mempelajari penggunaan bahasa tertentu sebelum menggunakannya dengan benar.

Untuk itu jangan khawatir Moms, dalam banyak kasus Moms tidak memerlukan bantuan profesional atau medis untuk mengatasinya.

Sebab saat dia tumbuh dan berinteraksi dengan lebih banyak orang, gagap yang dialaminya pun secara perlahan akan menghilang.

Meski tak menutup kemungkinan, dalam beberapa kasus tertentu gagap terjadi lebih lama dari yang diperkirakan.

Ada beberapa anggapan yang menyebabkan anak gagap, yaitu: 

Sejarah gagap dalam keluarga

Peran sejarah keluarga dalam penyebab gagap pada anak memang masih menjadi perdebatan.

Meski begitu, ada beberapa ahli medis tertentu yang mempercayai hal tersebut.

Sebab gen tertentu memang dapat diwariskan pada anak.

Selain itu sesuai dengan cacatan medis, hampir 60% dari semua anak yang mengalami gagap memiliki sejarah keluarga yang pernah mengalami hal sama di masa lalu.

Mereka juga merasa bahwa anak yang mengalami masalah di bidang bahasa dan bicara lebih mudah mengalami gagap.

Kondisi keluarga

Beberapa ahli percaya bahwa gagap pada anak merupakan refleksi dinamika yang terjadi dalam keluarganya.

Tekanan ekspektasi yang kuat dari keluarga seringkali menyebabkan kurangnya kepercayaan diri anak, sehingga membuatnya gagap.

Jika dibiarkan secara terus menerus, bukan suatu hal yang mustahil bila kondisi ini akan terjadi seumur hidup.

Tak hanya itu, orangtua yang kurang memberikan waktu dan kasih sayang juga dapat menjadi salah satu penyebab gagap pada anak.

Gagap pada anak juga bisa terjadi karena gejolak emosi, trauma yang intens seperti perpisahan orangtua dan kematian mendadak dalam keluarga.

Untuk itu, selalu pastikan kondisi keluarga yang rukun dan harmonis untuk mengurangi risiko gagap pada anak ya Moms!

Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved