Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kerusuhan Mako Brimob

(VIDEO) Kerusuhan di Mako Brimob, Kapolri Tito Sebut Rutan Brimob Tidak Layak untuk Teroris

Menurut Tito awal mulanya Rutan Brimob merupakan tempat untuk penegak hukum yang terlibat pidana.

Editor: Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian telah mengevaluasi keamanan di Rumah Tahanan (Rutan) Brimob, Depok, Jawa Barat.

Dirinya mengatakan Rutan Brimob memang tidak layak untuk tahanan teroris.

Hal itu karena tingkat keamanan di rutan tersebut bukanlah yang terbaik.

Menurut Tito awal mulanya Rutan Brimob merupakan tempat untuk penegak hukum yang terlibat pidana.

"Nah yang menjadi bagian evaluasi dari kita, memang Rutan Brimob ini sebetulnya tidak layak untuk menjadi rutan teroris. Kenapa? Ini bukan maksimum security. Rutan ini dulunya adalah tempat untuk rutan anggota Polri yang terlibat pidana," kata Tito saat mengunjungi Mako Brimob Kamis (10/5/2018).

Menurut Tito hal itu dilakukan untuk mencegah para penegak hukum menjadi korban kekerasan dari penjahat yang pernah ditangani sebelumnya.

Namun karena pertimbangan keamanan untuk dilakukan pemeriksaan, jadilah para tahanan teroris ditempatkan di rutan tersebut.

Sebelumnya telah terjadi kerusuhan di Rutan Brimob pada Selasa (8/5/2018).

Akibat kerusuhan tersebut lima anggota kepolisian dan satu narapidana teroris merenggut nyawa.

Selain itu ada juga empat anggota kepolisian yang menjadi luka tembak.

Simak videonya di atas. (TribunJakarta.com/Rafdi Ghufran)

Berita ini sudah dimuat Tribun-Video dengan judul Usai Kerusuhan di Mako Brimob, Kapolri Tito: Rutan Brimob Tidak Layak untuk Teroris

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved