Torang Kanal

Kasat Brimob Polda Sulut Turut Berbelasungkawa

Kombes Iskandar mengatakan mengutuk perlakuan atau tindakan para narapidana teroris tersebut.

Kasat Brimob Polda Sulut Turut Berbelasungkawa
ISTIMEWA
Kombes Iskandar Kurniawan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kerusuhan yang dilakukan oleh narapidana teroris di Rutan Salemba Mako Korbrimob Kelapa Dua Depok menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia terlebih khusus Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Kombes Iskandar Kurniawan SIK juga merasakannya.

"Pertama-tama kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada rekan-rekan kami dari anggota Densus 88 yang telah gugur di dalam tugasnya," ujar perwira menengah tiga melati emas yang lahir di Bogor, April 1970 ini kepada TribunManado.co.id, Jumat (11/5/2018).

Lanjut dia yang pernah bertugas pada Operasi Tatoli timor timur 1996, Operasi Lihkam di Kalbar 1997, Operasi Lihkam di Ujung Pandang 1997, dan Operasi Lihkam di Aceh 2002 ini, ada sembilan orang yang menjadi korban perlakuan sadis dan kejam narapidana teroris.

"Lima orang rekan kami gugur. Semoga khusnul khotimah dan mendapatkan tempat yg mulia di sisi Allah SWT. Dan empat orang mengalami luka-luka yang saat ini masih dirawat di rumah sakit. Semoga ke 4 orang rekan kami tersebut segera sembuh dan pulih seperti sedia kala," ujar dia.

Kombes Iskandar, kemudian mengatakan mengutuk perlakuan atau tindakan para narapidana teroris tersebut.

"Yang telah melakukan tindakan pembunuhan secara kejam di luar batas kemanusiaan terhadap rekan-rekan kami tersebut," ujar dia.

Kombes Iskandar kemudian berharap kedepan dapat terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera dalam wadah NKRI.

"Yang didukung oleh manusia indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia sehingga terhindar dari paham-paham radikal, otomatis pelaku-pelaku teror tidak akan muncul," ujarnya.

Lanjut Kasat Brimob Polda Sulut ini, selaku pimpinan dia menekankan bahwa Brimob selaku aparat penegak hukum yang mempunyai tugas pokok menanggulangi keamanan dalam negeri berintensitas tinggi utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisir menggunakan senjata api, atau bom, penanganan senjata kimia, biologi dan radioaktif.

"Brimob hadir untuk mewujudkan tertib hukum dan rasa aman di tengah-tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Kami tidak pernah takut dan tidak memberikan ruang sedikitpun kepada teroris dalam upayanya mengganggu keamanan masyarakat, bangsa dan negara," ujar dia. (Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved