Ternyata, Inilah yang Membuat Diskominfo Kotamobagu Belajar Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotamobagu, belajar teknologi informasi ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Ternyata, Inilah yang Membuat Diskominfo Kotamobagu Belajar Mal Pelayanan Publik di Banyuwangi
ISTIMEWA
Diskominfo Kotamobagu, belajar teknologi informasi ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotamobagu, belajar teknologi informasi ke Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Rabu (9/5).

Rombongan dari Kotamobagu, dipimpin Kepala Dinas Diskominfo Ahmad Yani Umar. Merek mengunjungi Lounge Pelayanan Publik, Kantor Bupati Banyuwangi.

Mereka langsung disambut Budi Santoso, Kepala Diskominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi.
"Kami datang ke Pemkab Banyuwangi, atas dasar rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia," ujar Ahmad Yani Umar.

Kata dia, rekomendasi ditindaklanjuti oleh Dinas Kominfo Kotamobagu. Dalam kunjungan tersebut, Diskominfo akan melakukan studi banding pemanfaatan teknologi infomasi dan komunikasi dalam aspek pelayanan publik terutama implementasi mal pelayanan.

"Saya kagum dengan penerapan layanan pemerintah berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang terintegrasi," ujar Yani Umar.

Ia menambahkan, di Kabupaten Banyuwangi, semua pelayanan masyarakat menjadi tujuan utama. Mulai dari layanan publik OPD sampai instansi vertikal. Serta layanan Kepolisian, Kantor Urusan Agama, PLN, BPJS, PDAM, Bank Daerah, semuanya di satu tempat," ujar dia lagi.

Kepala Diskominfo dan Persandian Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso mengatakan, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Banyuwangi ini, memusatkan 170 jenis layanan publik baik di lingkup Pemerintah Kabupaten maupun 10 instansi vertikal pemerintahan di dalam satu gedung.

"Mulai dari pemusatan data base pemerintahan, jaringan internet, integrasi layanan aplikasi dari bidang perencanaan, pengeloaan keuangan, hingga ke monitoring dan evaluasi. Semuanya sudah terintegrasi," ujar Budi Santoso.

Lanjut dia, bukan hanya Kotamobagu, yang datang melakukan studi banding, namun ada pula daerah lain. (Ven).

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved