Dibedah Sesar, Dokter Tak Temukan Bayi dalam Perut Perempuan Ini!

Setiap kali menemukan komplikasi kehamilan, mungkin tindakan yang akan dilakukan oleh dokter adalah menyarankan operasi sesar.

Dibedah Sesar, Dokter Tak Temukan Bayi dalam Perut Perempuan Ini!
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap kali menemukan komplikasi kehamilan, mungkin tindakan yang akan dilakukan oleh dokter adalah menyarankan operasi sesar.

Operasi sesar darurat ini pula yang harus dijalani oleh salah seorang penduduk Leicester, Amber Hughes (21).

Amber sudah memiliki tiga anak sebelumnya bersama pasangnnya, Daniel.

Seorang laki-laki yang berusia 25 tahun. Daniel dan Amber telah dikaruniai seorang putri dan dua putra.

Anak keempat mereka, Olly, yang sekarang berusia enam bulan, adalah sebuah kejutan.

Selama kehamilannya, dokternya sudah memperingatkan Amber bahwa dia berisiko melahirkan secara prematur.

Hanya empat minggu setelah peringatan itu, air ketuban pun pecah pada usia kehamilan 28 minggu.

Amber pun bergegas dilarikan ke rumah sakit untuk melakukan persalinan.

Sayangnya, bayi Amber yang belum lahir sudah terinfeksi, dokter segera bersiap untuk operasi sesar darurat.

“Saya mengharapkan kelahiran secara normal seperti ibu saya, tetapi mereka memberi tahu saya bahwa mereka tidak punya pilihan. Daniel ada di sisiku sepanjang waktu.

Saya bangun ketika mereka memotong perut saya, dan saya dapat melihat reaksi Daniel yang bingung ketika tidak ada bayi di sana."

Suasana gugup memenuhi ruangan. Mereka tidak dapat menemukan bayi saya!" kata Amber.

Dua menit kemudian dokter mendengar Olly menangis, dan mereka menyadari apa yang telah terjadi.

Amber telah melahirkan secara normal pada saat yang tepat ketika mereka membuat sayatan pada perutnya.

Amber menceritakan bagaimana para dokter bergegas untuk menemukan putranya yang baru lahir, meratap di seprai tempat tidurnya.

“Saya benar-benar terpukul, di mana bayi saya hilang? bayi saya tidak bisa hilang begitu saja.

Tiba-tiba kami mendengar sesuatu. Kemudian mereka menemukan Olly di bawah selimut, telah lahir secara alami.

Saya yang menjalani anestesi pun bisa merasakan kepanikan. Ketika kami mendengar dia menangis, saya pun tidak bisa menahan air mata saya sendiri.” ungkap Amber.

Olly, yang beratnya sekitar 1.3 Kg saat lahir, sekarang sehat seperti bayilainnya.

Meskipun kisah kelahirannya sangat menegangkan, namun itu kisah yang harus diingat. (*)

Editor: Rine Araro
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved