Ini Komentar Kepala Diskominfo Boltim Terkait Kebutuhan Jaringan Internet

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boltim tahun 2018, berusaha memenuhi kebutuhan jaringan internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan

Ini Komentar Kepala Diskominfo Boltim Terkait Kebutuhan Jaringan Internet
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Tower di Desa Tutuyan II 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boltim tahun 2018, berusaha memenuhi kebutuhan jaringan internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Mereka mengadakan kegiatan pengadaan jaringan internet di tujuh kecamatan dan satu desa.
"Rinciannya kecamatan Kotabunan, Tututan, Mooat, Modayag dan Modayag Barat dengan konektivitas jaringan Arsinet melalui jaringan Fiber Optik (FO). Sementara Kecamatan Motongkad, Nuangan dan Desa Matabulu melalui Visat atau Mango Sky karena belum dilintasi oleh jaringan FO," ujar Kepala Dinas Kominfo Boltim Hamdi Egam, Rabu (9/5).

Ia mengatakan, fasilitas tersebut memang memiliki keterbatasan kapasitas jaringan. Ia berharap minimal di setiap kecamatan sudah ada jaringan internet untuk transfer informasi.

"Terutama dari pemerintah daerah ke kecamatan atau desa dan sebaliknya, baik itu berupa informasi surat undangan, berita tentang pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan ataupun updating data," katanya.

Ia mengatakan, kebutuhan akan jaringan komunikasi seperti jaringan internet saat ini sangatlah penting. Itu sudah menjadi kebutuhan publik baik itu di perkotaan ataupun di daerah perdesaan.

"Sebagian besar masyarakat perlu informasi tentang perkembangan politik, pemerintahan, ekonomi, sosial kemasyarakatan dan budaya. Namun kebutuhan akan jaringan yang berbasis digital tidak berbanding lurus dengan infrastruktur jaringan yang disediakan, baik pemerintah atau swasta," katanya.

Ia mengatakan dengan beberapa alasan ada beberapa kendala pengadaan infrastruktur. Pemerintah terkendala dengan keterbatasan anggaran dan pihak swasta selalu menghitung dari sisi profit oriented.

"Akibatnya banyak daerah pinggiran, pedalaman dan perbatasan atau tertinggal, terluar dan terdepan (3T) yang sama sekali belum terjangkau fasilitas jaringan komunikasi," ujarnya. (dma)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved