Kabaharkam Polri Puji Kapolresta Manado Kombes FX Surya Kumara

Kabaharkam Polri Komjen Moechgiyarto menghadiri berbagai peresmian di Mapolresta Manado

Kabaharkam Polri Puji Kapolresta Manado Kombes FX Surya Kumara
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Moechgiyarto, tiba di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado pada Selasa (8/5/2018) Pukul 12.30 Wita 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Moechgiyarto menghadiri berbagai peresmian di Mapolresta Manado pada Selasa (8/5/2018) pukul 13.00 Wita .

Di antaranya peresmian Ruangan SPKT, Lobby Bharadaksa, Aplikasi Polisi Manado dan Command Center Polresta.

Kabaharkam kemudian memberi apresiasi kepada Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado Kombes FX Surya Kumara atas apa yang telah dicapai selama 100 hari bertugas di Polresta Manado.

"Ini sangat baik. Baru selama 100 hari sudah bisa membangun ini," ujar Kabaharkam.

Lanjut kabaharkam mengenai aplikasi Polisi Manado itu sangat baik.

"Saya menyambut baik aplikasi ini. Ini mendukung program bapak kapolri yakni Profesional Modern Terpercaya (Promoter)," ujar dia.

Kabaharkam kemudian mengatakan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan masyarakat, Polri harus mampu melaksanakan tugas pokoknya secara profesional sesuai dengan teknis dan taktik yang tepat. Aplikasi Polisi Manado ini menunjukkan kecepatan Polri.

Kabaharkam kemudian memberikan masukkan kepada Polresta Manado
dengan adanya aplikasi Polisi Manado maka harus dihitung dan diperhatikan tugas yang dilakukan semua personel.

"Diberikan reward dan punishment. Karena aplikasi yang baik harus juga diberikan perangsang dan motivasi agar personel melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh," ujar kabaharkam.

Karena kata kabaharkam, jika tidak maka takutnya ketika tombol panic button pada Aplikasi Polisi Manado ditekan nanti polisi nya tidak datang.

"Maka caci maki yang akan diterima Polresta Manado. Itu menjadikan hujatan yang akan diterima oleh organisasi ini," ujar dia.

Kabaharkam juga memberikan saran bahwa aplikasi ini harus diprotect. Masyarakat yang mendaftar pada aplikasi ini harus memasukkan E-KTP dan Kartu Keluarga.

"Itu untuk mengantisipasi adanya informasi yang tidak benar. Saya mengimbau bagi siapa saja yang memberikan keterangan palsu, kabar bohong, berita bohong. Itu ancamannya Pidana. Jika ketahuan siapa yang melakukannya maka akan masuk unsur pidana. Inilah timbal balik kita dengan masyarakat," ujar kabaharkam.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved