Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

James Sumendap Tak Terpengaruh dengan Kolom Kosong

paslon Bupati dan wakil bupati Mitra, JS-Oke menilai keberadaan KoKo yang getol ingin menang dalam Pilkada Mitra adalah dinamika Politik.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Calon Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil bupati Minahasa Tenggara (Mitra), James Sumendap-Jesaja Jocke Legi (JS - Oke) menilai keberadaan kolom kosong (KoKo) yang getol ingin menang dalam Pilkada Mitra adalah dinamika Politik.

James Sumendap calon bupati Mitra, sudah malang melintang di dunia politik hingga menjadikan politik itu adalah hidupnya tidak begitu terpengaruh dengan kondisi perlawanan dari KoKo.

"Prinsipnya masyarakat Mitra adalah masyarakat pinter menilai dan memilih mana yang terbaik. Saya pribadi tetap konsisten mengabdi dan terus memberi bukti untuk kemajuan daerah. Karena yang berisi sudah pasti memberi bukti nyata dan progres jelas," kata James Sumendap melalui tim penghubung Hendra Paat.

Mengenai internal PDI Perjuangan Mitra tidak kompak, dengan adanya kader dan pengurus DPC PDI Perjuangan tak mendukung hingga tak patuh pada perintah partai sudah diketahui luas publik.

"Hanya beberapa oknum dan itu tidak berpengaruh. Toh masyarakat juga menilai, buktinya pergerakan PDI Perjuangan Mitra sampai saat ini sangat luar biasa memenangkan James Sumendap-Jesaja Legi," tukasnya.

Dibeberapa kesempatan sebelumnya, Calon Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, menanggapi keberadaan kolom kosong (Koko) yang kini tengah merasuki sejumah masyarakat hingga para politisi di DPRD Kabupaten Mitra, dengan melakukan program kesehatan lingkungan.

"Biasa kan kalau kotak-kotak kosong sumber penyakit, sehingga harus dilakukan 3 M, membersihkan, menguras dan mengubur," tegas Sumendap.

Menurutnya, maraknya suara lantang tentang kolom kosong di tengah masyarakat, harus disikapi dengan cerdas bahwa kolom kosong itu sumber penyakit sehingga harus dikuburkan.

Program kesehatan lingkungan nantinya akan diangkat pasangan yang mengusung jargon JS_Oke, pada pelaksanaan debat publik 3.

"Saya himbau kepada masyarakat jangan larut dalam politik saat pilkada, harus menjaga kesehatan lingkungan dengan cara membasmi kotak kosong karena sebagai sumber penyakit ‎harus di 3 M. Dengan M terakhir mengubur," tegasnya.

Menurut Sumendap keberadaan kotak kosong mendatangkan jentik nyamuk yang akan menghisap darah hingga penyakit malaria.

Sehingga dia mengajak masyarakat agar tidak menciptakan nyamuk penghisap darah yang merugikan banyak orang.

"Selain 3 M, pemerintah harus melakukan fogging ‎terhadap semua kotak kosong," tambahnya.

Menurut bupati Mitra yang tengah cuti kampanye mengibaratkan lawannya pada pilkada tahun 2018, seperti cabang air yang ada pada tanaman cengkeh dan kopi.

Jika ada masyarakat yang kampanye kotak kosong dan lainnya hingga anggota partai membelot itu kecil.

"Bukan level saya, karena dari dulu saya ayomi mereka. Tapi kalau tidak mau diayomi akan di-3 M," kata dia.

Sejak menjadi politik Sumendap tidak pernah mengeluh, dia mengklaim dirinya adalah seorang gladiator atau petarung. "Saya kesepian kalau tidak ada lawan," tandasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved