Mahasiswi ini Pesan Taksi Online, Gak Disangka ia Malah Alami Pelecehan

Lalu tanpa diketahui ada salah satu pelaku lain dari belakang langsung membekap mulut korban yang sembunyi di bangku belakang.

Mahasiswi ini Pesan Taksi Online, Gak Disangka ia Malah Alami Pelecehan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Ap (kiri) korban perampokan dan pencabulan yang diduga dilakukan sopir Grab-Car 

Korban pun tak bisa melakukan perlawanan, apalagi hendak turun, karena pintu ada central lock.

Saat itu korban lemas karena dicekik dan dibekap pelaku dari belakang.

"Salah satu pelaku dari belakang itu tanya saya pak. 'Ada barang berharga apa di tas mu'. Dengan leher dicekik dan dibekap, saya menjawab pertanyaan korban 'ada laptop'," ungkap korban kembali.

Sambil memeriksa tas korban, pelaku kemudian langsung menggoreskan pisau ke tangan dan leher korban, sambil menciumi pipi korban.

Usai melancarkan aksinya dan membawa korban berkeliling-keliling hampir 2 jam, tiba di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan IT I Palembang tepatnya di depan RRI, korban pun langsung diturunkan di lokasi.

"Pukul 12.00 siang. Terakhir handphone saya pak dirampas pelaku. Saat itu pelaku menghapus aplikasi Grab saya. Sambil bilang; 'kau pilih mati atau mau hidup'. Dia juga menyilet leher saya," ungkap korban yang
terihat masih trauma sambil mengatakan dirinya pulang ke rumah minta antar Go-Jek.

Ap melanjutkan, dia tak bisa mengenali wajah kedua pelaku karena kaca spion di depan dekat sopir, tak ke arah belakang.

"Kondisi mobil gelap pak, jadi saya tidak bisa mengenali wajah pelaku. Dan kaca spion pun tidak ke arah belakang, dibelok sopir itu ke kiri," katanya.

SPKT Polresta Palembang dan anggota Indet Inafis dan Reskrim Palembang ketika mendatangi TKP korban perampokan dan cabul atas nama Ap yang diduga dilakukan driver Grab-Car, Jumat (4/5/2018) malam.
SPKT Polresta Palembang dan anggota Indet Inafis dan Reskrim Palembang ketika mendatangi TKP korban perampokan dan cabul atas nama Ap yang diduga dilakukan driver Grab-Car, Jumat (4/5/2018) malam. (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA, HANDOUT)

Dengan ada laporannya yang masuk ke Polresta Palembang, Ap berharap laporannya segera ditindaklanjuti petugas Reskrim Polresta Palembang.

"Kami sudah resah pak sebagai pengguna angkutan online. Siapa lagi nanti korbannya. Tolong tangkap pelaku," harap Ap.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved