Cegah Kerusakan Karang, Taman Nasional Bunaken Gelar Focus Group Discussion

Taman Nasional Bunaken menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Penetapan Alur Pelayaran di Hotel Grand Central Manado.

Cegah Kerusakan Karang, Taman Nasional Bunaken Gelar Focus Group Discussion
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Bunaken menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Penetapan Alur Pelayaran Taman Nasional Bunaken, di Hotel Grand Central Manado, Jumat (4/5/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Taman Nasional Bunaken menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Penetapan Alur Pelayaran Taman Nasional Bunaken, di Hotel Grand Central Manado, Jumat (4/5/2018) 

Kegiatan FGD ini merupakan tindak lanjut dari hasil survey lapangan yang dilakukan oleh tim dari Pushidrosal Lantamal VIII, Direktorat Kenavigasian, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Distrik Navigasi Kelas I Bitung, Distrik Navigasi Kelas I Surabaya, dan Balai Taman Nasional Bunaken.

FGD penetapan alur pelayaran Taman Nasional Bunaken dibuka langsung oleh Taufiq Mansyur Kepala Distrik Navigasi Kelas I Bitung.

"Kami telah melakukan kegiatan survey yang dilaksanakan selama beberapa hari dari tanggal 24 April hingga 1 Mei 2018 dan menetapkan jumlah lajur survei sebanyak enam titik, dalam survei batrimetry yang diambil dari Pelabuhan Manado menuju Bunaken, serta Pelabuhan Manado yang melintasi Taman Nasional menuju arah luar kawasan seperti Bitung dan Sangihe," ujar Taufiq.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjamin keselamatan berlayar kapal yang melintas di Taman Nasional Bunaken, serta mencegah terjadinya kerusakan karang yang diakibatkan dari kapal yang melintas, sehingga manfaatnya sangat besar dalam pelayaran, utamanya dijadikan sebagai panduan para pihak dalam menentukan rute perlintasan di kawasan Taman Nasional Bunaken.

"Kami mengharapkan masukan alur pelayaran, sistem rute, tata cara prioritas, dan areal lego jangkar untuk kapal-kapal berbobot besar dan perahu untuk wisata, semoga dengan masukan yang ada akan kami sampaikan kepada Kemernterian Perhubungan untuk segera ditetapkan dalam Keputusan Menteri. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Taman Nasional Bunaken yang memfasilitasi terselenggaraya kegiatan ini," ujar Taufiq.

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Nikolas Loli, SP mengatakan bahwa Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam yang dikelola berdasarkan sistem zonasi. Secara yuridis kawasan Taman Nasional Bunaken ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 730/Kpts-II/1991 tanggal 15 Oktober 1991 dengan luas 89.065 Ha yang meliputi P. Bunaken, P. Manado Tua, P. Siladen, P. Mantehage, P. Nain, Pesisir Molas-Wori serta pesisir Arakan Wawontulap.

"Secara administrasi pemerintahan, kawasan TN Bunaken termasuk dalam wilayah Kota Manado, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Minahasa Utara. Penetapan alur pelayaran di Taman Nasional Bunaken akan menjadi kekuatan hukum bila sudah ditata dan ditetapakan alur pelayarannya dan dipublikasikan, sehingga dapat menjamin kelangsungan fungsi kelestarian kawasan," ujar dia.

FGD berlangsung baik, banyak masukkan maupun kritik dan saran yang disampaikan oleh peserta FGD. (dik)

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved