Para Pejuang Afghanistan Beri Pelajaran Mematikan Usai Dianggap Remeh Tentara Bayaran

Dalam kondisi yang masih rawan, para pejabat pemerintahan Afghanistan rata-rata mendapat pengawalan superketat.

Para Pejuang Afghanistan Beri Pelajaran Mematikan Usai Dianggap Remeh Tentara Bayaran
Presiden Hamid Karzai ketika dikawal tentara bayaran 

Meskipun beberapa kali Karzai mampu lolos dari percobaan pembunuhan, pejabat penting lainnya, seperti Wakil Presiden Afghanistan, Haji Abdul Qadir dan Menteri Penerbangan dan Wisata, Abdul Rahman, sudah berhasil dibunuh gerilyawa Taliban lewat serangkaian serangan pemboman.

Ketika pada 2002 Karzai lolos dari upaya pembunuhan, pasukan pengawal yang biasa menyertainya adalah dari pasukan khusus AS dan personel DynCorp.

Pasca percobaan pembunuhan, para pejabat pemerintah Afghanistan dan pengawal lokal yang sebelumnya pernah menyertai Karzai menjadi gusar.

Mereka mulai tak percaya kepada cara-cara pengawalan ala Amerika dan nasionalisme Karzai juga dipertanyakan.

Pasalnya, model pengawalan seperti itu justru membuat Karzai lebih dekat dengan orang-orang AS dibanding rakyatnya sendiri.

Karzai kemudian menyadari kekeliruannya dan berjanji akan mengganti para pengawalnya dengan para pejuang Afghanistan yang nota bene orang-orangnya sendiri.

Puncak kebencian terhadap kehadiran para pengawal asing Karzai ditandai dengan diledakkannya markas DynCorp di Kabul pada Agustus 2004.

Insiden yang merupakan ‘pelajaran’ mematikan yang diberikan oleh pejuang Afganistan kepada para personel tentara bayaran Dyncorp itu menewaskan 14 orang.

Karzai akhirnya setuju mengganti semua pengawal asingnya dengan para pejuang lokal yang terlatih dan menyandang senjata paling favoritnya, AK-47.

Belakangan diketahui para pejuang yang mengawal Karzai ternyata telah dilatih oleh personel DynCorp sehingga kemampuan tempurnya tak bisa diragukan lagi.

Halaman
123
Editor: Valdy Suak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved