Semifinal Champios AS Roma vs Liverpool: Sulitnya Hentikan Salah

Kiper AS Roma, Allison menyebut kekalahan 2-5 dari Liverpool dalam leg pertama semifinal Liga Champions

Semifinal Champios AS Roma vs Liverpool: Sulitnya Hentikan Salah
Esatour
Liverpool Vs As Roma    

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kiper AS Roma, Allison menyebut kekalahan 2-5 dari Liverpool dalam leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Anfield (24/4) lalu adalah salah satu malam terburuk baginya.
Di laga itu, striker Liverpool, Mohamed Salah jadi pemicu teror dengan mengemas dua gol awal yang jadi pembuka pesta gol The Reds, dilanjut lagi dengan dua assists.

Dengan defisit tiga gol, Giallorossi pun wajib menang dengan skor minimal 3-0 dalam leg kedua di Stadion Olimpico, Roma, Kamis (3/5) dini hari.

Live On
Bein Sports 1
Kamis (3/5) Pukul 01.45 WIB

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco pun mengumandangkan slogan "I Believe" alias "Saya percaya" sebagai tagline untuk misi sulit dini hari nanti.

Ia yakin, dengan strategi tepat, timnya bisa mengeduk minimal tiga gol. Dasar kepercayaan dirinya adalah hasil babak perempatfinal sebelumnya, ketika mereka bisa memukul balik Barcelona 3-0 pada leg kedua di Olimpico, setelah di leg pertama kalah 1-4. Di Stadion Olimpic ini pula, tim sekelas Chelsea dicukur 0-3 pada penyisihan grup lalu.

Selebrasi kemenangan AS Roma
Selebrasi kemenangan AS Roma (Istimewa)

Strategi untuk bermain ofensif pun sudah dipetakan. Namun, upaya pasukan Giallorossi ini akan sia-sia jika mereka tak bisa menghentikan Salah mencetak gol.
Terlebih, penyerang asal Mesir ini punya kebiasaan menjadi pencetak gol pertama The Reds di babak knockout Liga Champions.

"Sulit sekali menghentikan Salah. Dia punya bakat alami, dan sekarang sedang dalam puncak kepercayaan diri teramat tinggi. Messi, sejauh ini penyerang terbaik yang pernah saya kenal, tapi sekarang Momo (panggilan Salah), mulai menakutkan seperti Messi," kata Allison terus terang.

Sang kiper pun menyebut Salah makin mentereng lantaran ditopang penyerang hebat lain seperti Roberto Firmino, dan Sadio Mane. "Mereka licik, jahat, dan cepat," ujar kiper asal Brasil ini.
Allison menyebut, kans timnya lolos ke final adalah 50-50. "Kami tahu kekuatan kami sesungguhnya. Kami tahu juga para pendukung kami militan yang akan jadi pemain ke-12," ujarnya.

Ia menambahkan, "Kami tak pernah kebobolan di kandang di Liga Champions, di kandang pula kami pernah mengalahkan Chelsea, dan Barcelona 3-0. Itu yang membuat kami percaya diri," katanya menandaskan.

Kemenangan AS Roma 4-1 atas Chievo di laga terakhir (28/4) pun membuat kepercayaan diri tim berjuluk Giallorossi ini makin menebal. Terlebih, di sisi lain, Liverpool tampil memble saat ditahan Stoke City 0-0 dalam laga terakhir di Liga Primer, kendati menurunkan dua pemain andalannya, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino.

Gaya selebrasi penyerang Liverpool, Mohamed Salah, seusai mencetak gol ke gawang AS Roma pada semifinal Liga Champions, Selasa (24/4/2018).
Gaya selebrasi penyerang Liverpool, Mohamed Salah, seusai mencetak gol ke gawang AS Roma pada semifinal Liga Champions, Selasa (24/4/2018). ()

Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco pun menjadikan laga Liverpool kontra Stoke sebagai bahan rujukan. Di laga tersebut, terlihat bagaimana lini belakang Stoke dengan efisien bisa mematikan ancaman duo Salah, dan Firmino.

Sekaligus juga mengancam dengan serangan balik efektif lewat Mamé Diouf, dan Peter Crouch yang merepotkan lini belakang The Reds. Hanya kesialan saja membuat keduanya gagal mencetak gol.

Jika cara itu diterapkan para penyerang Roma, hasilnya mungkin akan berbeda. Di Fransesco bisa menggunakan Dzeko, Stephan El Sharaawy, Patrick Schick, dan Radja Nainggolan untuk merangsek, dan menekan lewat umpan silang ke area kotak penalti, dengan sasaran utama Dzeko.

Para pemain Roma sendiri memang sudah disuntik dengan rasa percaya diri untuk kembali membuat keajaiban. Mereka juga berharap dukungan luar biasa dari para fan Roma yang memang dikenal militan. "Seperti melawan Barcelona, akan ada atmosfer luar biasa," ujar striker Patrick Schick.

"Jika memungkinkan, bahkan akan lebih dahsyat lagi saat menghadapi Liverpool. Kami melihat lini belakang mereka tidak sekuat lini depannya. Kami punya kesempatan untuk mencetak tiga gol di hadapan pendukung sendiri," ujarnya optimistis. (Tribunnews/den)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved