Mitra 'Rawan' Penyakit Kanker Serviks
Penyakit kanker serviks di Kabupaten Mitra, Sulawesi Utara, terus menujukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Penyakit kanker serviks di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, terus menujukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Dari data kepala seksi penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra untuk tahun 2016 ada tiga kasus, tahun 2017 sembilan kasus.
"Untuk tahun 2018 sementara menunggu hasi pemeriksaan pups mear yang dilakukan dalam rangka hari Kartina waktu lalu dan input data dari puskesmas," jelas Novita Tandililing, kepala seksi penyakit tidak menular, Dinkes Mitra, Selasa (1/5/2018).
Guna menekan laju penyakit tersebut, pihak Dinkes dan puskesmas sudah melakukan upaya pencegahan, mulai dari sosialisasi deteksi dini kanker leher rahim bekerja sama dengan PKK Desa, kader kesehatan dan tokoh masyarakat.
Tahun 2017 sudah melakukan pemeriksaan inveksi visual dengan asam asetat (IVA) test, tahun 2016 deteksi dini mulut rahim oleh mahasiswa kedokteran Unsrat dan di tahun 2018 sudah dua kali melakuksanakan pemeriksaan pups mear.
"Untuk tahun ini akan dilihat lagi, apakah akan ada lagi pemeriksaan IVA," tambahnya.
Kanker serviks penyakit yang menyerang wanita, menyebabkan putus asa, stres proses penyembuhan lama apalagi bicar kanker, bahkan paling fatal sebab kematian.
Kepala dinas Kesehatan Mitra, dr Helny Ratuliu mengatakan masyarakat yang mengalami penyakit kanker serviks langsung berobat sendiri ke rumah sakit dan pemeriksaan awal ke puskesmas.
"Jika sudah terkena langsung ke rumah sakit, karena sudah bukan ranahnya puskesmas," jelas Ratuliu.
Program pencegahan dilakukan melalui puskesmas karena lebih dekat dengan masyarakat.
Pihak dinas akan mendapat informasi jika ada masyarakat yang kena penyakit kanker serviks dari laporan bulanan puskesmas, sehingga langsung di-feedback ke masyarakat dilakukan penanganan.
"Ada vaksin pencegahan tapi diluar tanggungan BPJS maupun pemerintah, sehingga dalam pengobatan memerlukan biaya yang tidak sedikit," tandasnya.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/novita-tandililing_20180501_192658.jpg)