Jokowi Ajak Ulama Dunia Makan Karedok dan Cendol
Adapun menu makan siang tersebut, terdiri dari makanan pembuka yaitu tahu isi udang dan sop buntut.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak ulama dari seluruh penjuru dunia makan siang bersama di Restoran Grand Graden, Kebun Raya Bogor, Selasa (1/5). Ajakan makan siang tersebut, setelah Jokowi membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia di Istana Bogor, yang terselenggara di salah satu hotel di Bogor, sejak 1-3 Mei 2018.
Saat menuju restoran dari halaman Istana Bogor, Jokowi mengendarai sendiri mobil golf dengan membonceng Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmad Muhammad Ath-Thayeb. Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, UKP-DKAAP Din Syamsuddin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dan cendekiawan muslim.
Adapun menu makan siang tersebut, terdiri dari makanan pembuka yaitu tahu isi udang dan sop buntut. Sementara menu utama, di antaranya nasi goreng nanas, nasi putih, karedok, rendang, udang telur asin, ayam taliwang, aneka sate, oseng-oseng sayur. Sedangkan menu penutup, disajikan cendol, pisang goreng, dan potongan aneka buah segar.
Presiden Joko Widodo membuka Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia, yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada 1-3 Mei 2018. "Dengan mengucap Bismillah secara resmi saya membuka konsultasi tingkat tinggi ulama dan cendekiawan muslim sedunia, wasatiyyah Islam untuk peradaban dunia," ujar Jokowi di Istana Bogor.
Jokowi mengaku berbahagia, atas kehadiran para ulama dan ilmuwan dari berbagai penjuru dunia hadir di Indonesia, sehingga hal ini dapat memperkokoh silaturahmi serta persaudaraan antar umat Islam maupun berbangsa.
"Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar dunia Islam. Selain berbagi pengalaman kita harus membangun gerakan, gerakan wasatiyyah Islam harus menjadi gerakan yang mendunia," ujar Jokowi. (*)
