BI Telah Lakukan Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Depresiasi rupiah yang terjadi akhir-akhir ini lebih disebabkan oleh penguatan mata uang AS (USD) terhadap hampir semua mata uang dunia.

BI Telah Lakukan Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
TRIBUN MANADO/HERVIANSYAH
Satu di antara kegiatan yang digelar di Kantor Perwakilan BI Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Depresiasi rupiah yang terjadi akhir-akhir ini lebih disebabkan oleh penguatan mata uang AS (USD) terhadap hampir semua mata uang dunia.

Penguatan USD ini tersebut adalah dampak dari berlanjutnya kenaikan yield UST atau suku bunga obligasi negara AS hingga mencapai 3,03 persen, yang merupakan tertinggi sejak tahun 2013.

Untuk itu telah diambil langkah untuk stabilisasi.

"Dengan memperhatikan perkembangan tersebut, Bank Indonesia telah melakukan langkah-langkah stabilisasi baik di pasar valas maupun pasar SBN untuk meminimalkan depresiasi yang terlalu cepat dan berlebihan," ujar Gubernur Bank Indonesiai Agus DW Martowardojo melalui siaran persnya.

Ke depan, untuk memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dengan tetap mendorong mekanisme pasar, Bank Indonesia akan menempuh langkah-langkah sebagai berikut senantiasa berada di pasar untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai baik valas maupun rupiah.

Memantau dengan seksama perkembangan perekonomian global dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.

Mempersiapkan 2nd line of defense bersama dengan institusi eksternal terkait, Apabila tekanan terhadap nilai tukar terus berlanjut serta berpotensi menghambat pencapaian sasaran inflasi dan menganggu stabilitas sistem keuangan, yang merupakan mandat BI, pihaknya tidak menutup ruang bagi penyesuaian suku bunga kebijakan BI7DRR.

Kebijakan ini tentunya akan dilakukan secara berhati-hati, terukur, dan bersifat data dependence, mengacu pada perkembangan data terkini maupun perkiraan ke depan.

Fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang kuat.

Inflasi masih sesuai dengan kisaran 3,5+1 persen, defisit transaksi berjalan lebih rendah dari batas aman 3 persen PDB, momentum pertumbuhan ekonomi berlanjut diikuti oleh struktur pertumbuhan yang lebih baik, dan stabilitas sistem keuangan yang tetap kuat.

Kepercayaan asing juga terus membaik yang tercermin pada upgrade rating Indonesia oleh Moody’s, JCRA, dan R&I serta dimasukkannya obligasi negara ke dalam Bloomberg Global Bond Index.(Tribun Manado/Herviansyah)

Penulis: Herviansyah
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved