Deklarasikan Masyarakat Anti Hoax
Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito menjadi pembicara pertama dalam seminar bertajuk Revolusi Digital, Hoax dan Kontestasi Politik
Penulis: Finneke | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sulawesi Utara menggelar seminar bertajuk Revolusi Digital, Hoax dan Kontestasi Politik, Kamis (26/4) di Ballroom, Fourpoint Manado.
Seminar ini menghadirkan Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito yang menjadi pembicara pertama. Dalam penyampaiannya, Irjen Waskito memaparkan sejumlah kasus hoax yang telah ditangani kepolisian.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan Polri, juga Polda Sulut punya patroli cyber yang terus bekerja setiap waktu. Polisi mengungkap siapa pertama yang mengunggah di media sosial dan siapa saja yang menyebarkannya.
Irjen Waskito juga mengingatkan dalam pelaksanaan pilkada jangan membawa politik identitas, di mana isu ini menjadi isu yang sangat sensitif. Seperti isu agama, ras, suku.
Pembicara selanjutnya Danrem 131 Santiago, Brigjen TNI Joseph Robert Giri. Ia membawakan materinya dengan penuh canda. Pembawa acara memanggilnya Mayjen TNI Robert Giri. Di atas panggung, ia berterima kasih telah dipanggil Mayjen.
"Sekarang saya baru satu bintang, tapi Selasa nanti saya akan dilantik menjadi dua bintang," ucapnya lalu disambut tepuk tangan. "Percayakan ? Nah kalian sudah termakan hoax. Masa baru lantik bintang satu, langsung naik bintang dua," ucapnya lagi.
Brigjen TNI Robert menyimpulkan, hoax bisa menyebar ke kalangan siapapun dan dengan cepat dipercaya. Dalam pernyataan penutupnya, ia mengatakan Indonesia adalah bangsa yang besar dengan nilai luhur Pancasila.
"Kita jangan terlena dengab budaya luar yang tak cocok dengan budaya kita. Setiap individu harus punya militansi kebangsaan. Jika kita terlena, bangsa kita bisa dijual. Itu tergantung pada kita semua. Perkembangan bangsa ada di tangan kita para penerus," jelasnya.
Ada juga pembicara dari KPUD Sulut yang diwakili komisioner Vivi George. Ia memaparkan bagaimaba saat ini KPU tengah menyelenggarakan pilkada di enam daerah di Sulut. Ia meminta media dan semua lapisan masyarakat untuk tak menyebar hoax dalam pelaksanaan pilkada.
Pembicara ada juga daei Dewan Pers, Imam, yang juga jurnalis dari RCTI. Dalam pernyataan penutupnya, ia mengatakan Dewan Pers menangani kasus pelanggaran jurnalis, sesuai dengan ranahnya.
Jika pendalaman yang dilakukan pelanggaran masih dalam lingkup jurnalistik, Dewan Pers bisa menanganinya. Namun jika ternyata pelanggaran yang dilakukan tak ada hubungannya dengan kode etik jurnalistik dan mengarah ke pidana, Dewan Pers menyerahkan sepenuhnya pada polisi.
Usai materi dan tanya jawab, dilakukan penyerahan piagam pada para pembicara dan sejumlah tamu yang hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Tomohon, Syerli A Sompotan. Kemudian dilanjutkan dengan deklarasi anti hoax.
Moderator dalam kegiatan ini yakni Reidy Sumual dan Susan Palilingan. Hadir para mahasiswa, perwakilan pemerintah daerah, pihak swasta, para jurnalis dab sejumlah undangan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180426_194218.jpg)