Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

TERUNGKAP! Ternyata ini Alasan Tak Boleh Jual Garam dan Jarum di Malam Hari

Mungkin anda pernah bertanya, kenapa tak ada penjual yang mau memberi garam pada malam hari ?

Penulis: | Editor:
Net
Garam 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mitos dilansir dari wikipedia merupakan cerita prosa rakyat yang memuat kisah berlatar masa lampau.

Mitos mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya.

Sebagian dari masyarakat kita tumbuh diikuti dengan mitos yang melekat pada kebiasaan masing-masing.

Misalnya tak boleh mengambil uang yang ditemukan di jalan, hingga tak boleh menjual garam dan jarum pada malam hari.

Ilustrasi garam
Ilustrasi garam (NET)

Mitos dilarang menjual garam dan jarum sampai saat ini bahkan masih sangat dipercaya oleh sebagian besar para pedagang.

Bahkan sebagian orang mempercayai hal tersebut sebagai sebuah kebenaran,alasannya menjabarkan banyak hal yang ujung-ujungnya berhubungan dengan mistis.

Karena bagi mereka mau tidak mau,percaya atau tidak hal ini bukan hanya sekedar mitos belaka.

Dari jaman dahulu kala,jarum dan garam dipercaya merupakan salah satu media yang digunakan dalam proses ghaib.

Hal ghaib yang dimaksud disini adalah teluh atau santet.

Ilustrasi
Ilustrasi Santet(Net)

Sebagai perumpamaan misalnya sesama para pedagang yang merasa pesaingnya lebih ramai maka akan timbul rasa iri dan sakit hati,sehingga menumbuhkan prasangka-prasangka yang sebenarnya itu tumbuh karena berkembangnya pikiran-pikiran buruk yang diciptakannya sendiri.

Namun karena tidak mampu menguasai diri dan menjaga kebersihan hati maka dihalalkanlah segala cara untuk membalas sakit hatinya,salah satunya dengan cara mengirim teluh atau santet dengan tujuan usaha pesaingnya akan bangkrut.

Dengan begitu puaslah hatinya meski sesungguhnya hal ini sangat dibenci oleh ALLAH SWT,karena kita telah menjadi musryik bersekutu dengan iblis.

Karena itu dilarang menjual jarum dan garam pada malam hari,karena bisa saja garam dan jarum tersebut akan dipergunakan untuk menabur teluh diwarung tempat membeli itu sendiri atau ditempat lain.

Karena ketika malam hari penerangan tentu sangat terbatas.

Hal ini mempermudah si pelaku melakukan aksinya. Hiii serrreeemmmm

Pada masa dulu,penerangan setiap rumahpun sangat minim.

Kebanyakan mereka hanya menggunakan lampu minyak seadanya.

Nah teman,mitos ini juga dimaksudkan agar antara sipenjual dan pembeli terhindar dari bahaya misal tertusuk jarum yang bisa saja menimbulkan infeksi dan memerlukan biaya sangat besar atau bahkan berujung kematian karena penanggulangan yang sembrono.

Kalau sudah sakit,pasti perlu uang untuk berobat ya teman. Pada masa dulu untuk makan saja sudah kesulitan,apalagi untuk biaya pengobatan.

Sumber: Mitos dan Faktanya

9 Mitos tentang Tidur yang Tak Boleh Anda Percaya Lagi

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tidur adalah salah satu kebutuhan penting bagi manusia.

Walau setiap hari kita dilakukan, para ilmuwan mencatat masih ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang tidur.

Kita tahu bahwa tidur baik untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh, menyeimbangkan kadar hormon, menurunkan tekanan darah, membersihkan racun dari otak, dan lain sebagainya.

Hasil ribuan penelitian bersikeras mengatakan tidur tidak merugikan. Meski begitu, masih banyak mitos yang beredar tentang tidur.

Berikut beberapa mitos yang paling menonjol dan akan dikupas kebenarannya dilansir Science Alert, Minggu (4/3/2018):

1. Anda bisa menjadi orang yang rajin bangun pagi bila tidur

Permasalahan ini sebenarnya lebih kompleks karena ada beberapa faktor yang memengaruhi chronotype seseorang. Chronotype mengacu pada kecenderungan waktu untuk tidur seseorang selama 24 jam.

Ada kelompok orang yang bangun pagi, orang yang kuat begadang, atau keduanya.

Ahli mengatakan jam tubuh manusia selalu berubah sepanjang hidupnya dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti mendapat sinar matahari dan genetika.

Kebanyakan orang memang bisa mengatur jam tidur, tapi ada juga yang sulit bila diminta beralih menjadi orang yang bangun pagi atau menjadi orang yang suka begadang. Pada dasarnya tidak mungkin.

2. Tidur kurang dari 7 jam setiap hari sudah cukup

Orang yang memercayai mitos ini adalah mereka yang kerap begadang. Salah satu cara yang dilakukan agar tidak tidur sepanjang malam adalah dengan mengonsumsi kopi.

Dalam menjawab mitos ini, ilmuwan neuroscience dari University of California Berkeley, Matthew Walker, menyarankan agar selama seminggu Anda tidak memasang alarm dan bangun secara alami. Hal ini untuk mengetahui seberapa banyak waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan fungsinya.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, sebagian besar orang membutuhkan 7-9 jam untuk tidur.

Memang ada beberapa orang yang mengaku tidur 5 jam saja sudah cukup, apalagi badan tetap segar dan terasa normal. Walker berkata, meski tubuh mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan tersebut, tes menunjukkan tubuh mengalami gangguan kinerja.

3. Satu-satunya konsekuensi kurang tidur adalah tubuh akan lelah.

Menurut Walker dalam buku "Why We Sleep: Unlocking the Power of Sleep and Dreams" yang ditulisnya, kurang tidur berkaitan dengan menurunnya fungsi kesehatan termasuk masalah memori, peningkatan risiko kanker, depresi dan cemas, penyakit jantung, dan pemicu penyakit alzheimer di otak.

4. Mendengkur memang menyebalkan, tapi itu bukan masalah besar

Jika Anda selalu mendengkur saat tidur, sebaiknya segera datangi tenaga medis profesional. Mendengkur merupakan indikasi sleep apnea atau gangguan tidur yang dapat menyebabkan masalah medis lainnya.

Mendengkur disebabkan oleh penurunan aliran udara yang bisa menyiksa jantung dan menyebabkan masalah kardiovaskular dan penambahan berat badan.

5. Tidur bisa ditebus saat libur

Mungkin Anda pernah berpikir saat berhari-hari kurang tidur, hal ini bisa ditebus dengan bangun siang saat esokannya kita libur.

Seorang ahli kronobiologi, Till Roenneberg, menganjurkan dalam bukunya "Internal Time:  Chronotypes, Social Jet Lag, and Why You're So Tired" untuk tidur dengan konsisten. Membalas tidur di hari lain bukan solusi yang tepat dan tak bisa mengganti semua efek kurang tidur.

6. Tak masalah sering mengonsumsi obat tidur

Ahli mengingatkan saat Anda sering minum obat tidur, maka tidur yang Anda lakukan tidak alami. Walker berkata, orang yang mengonsumsi obat tidur sebenarnya tidak tidur atau terjaga. "Mereka sebenarnya dibius," kata Walker.

Obat tidur pun memiliki indikasi membahayakan tubuh, yakni melemahkan koneksi sel otak yang bisa melemahkan memori dari waktu ke waktu.

7. Lebih baik bangun pagi untuk olahraga daripada tidur nyenyak

Olahraga sangat penting untuk menjaga stamina. Tapi menurut ahli sebaiknya olahraga dilakukan saat tubuh sudah tidur sebelumnya.

Kalau Anda berolahraga padahal sebelumnya kurang tidur, maka sel otot tidak akan mendapat manfaat dari olahraga.

8. Tak masalah menggunakan gawai sebelum tidur asal blue light dimatikan

Blue light yang terpancar dari layar gawai disebut dapat membuat kita tetap terjaga karena dapat menghalangi produksi melatonik yang dihasilkan otak sebagai isyarat sudah waktunya tidur.

Para ahli menyebut bagaimanapun caranya, meski sudah menghilangkan blue light, aktivitas memainkan gawai sebelum tidur dapat mengacaukan kualitas tidur.

9. Beberapa orang tidak bermimpi

Pernyataan ini salah. Ahli mengatakan kita semua bermimpi meski saat terbangun lupa.

Mimpi tidak hanya didapat saat kita tidur REM saja. Saat kita bermimpi, kita akan mengolah emosi dan pengalaman pada siang hari. Walker berkata mimpi adalah sesuatu yang penting untuk kesehatan emosional serta mental.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved