Calon Paskibraka Nasional Putri, Ika Semangat Meski Tak Ada Ayah

Ribka Owu, siswi SMA N 2 Ratahan meraih prestasi membanggakan lolos mengikuti seleksi calon paskibraka Nasional, utusan provinsi Sulut

Calon Paskibraka Nasional Putri, Ika Semangat Meski Tak Ada Ayah
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Ribka Owu saat berfoto bersama para guru 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

RATAHAN, TRIBUNMANADO.CO.ID - STATUS sebagai anak yatim, tak berarti jauh dari prestasi, bermodalkan semangat optimis dan percaya diri serta dukungan dari keluarga dan orang tua niscaya prestasi itu bisa diraih.

Ribka Owu (15) gadis yang duduk di kelas X jurusan IPA SMAN 2 Ratahan, meraih prestasi membanggakan lolos mengikuti seleksi calon paskibraka Nasional, utusan provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama calon paskibra Nasional putra dari Kabupaten Minahasa Utara (Mitra).

"Diluar dugaan bisa tembus. Padahal lolos ke fase tingkat provinsi saja saya sudah bangga, karena orang tua dan keluarga tidak menuntut harus ke Nasional," tutur Ika sapaannya saat diwawancarai Tribun Manado, Selasa (24/4).

Putri sulung dari empat bersaudara pasangan alharhum Fredy Owu dan Citra Kario, warga Desa Liwutung Kecamatan Pasan sejak usia 2 tahun menjalani hidup sebagai anak yatim, kesehariannya tinggal dengan tante dan ibunya.

Pertama kali mengetahui lolos menjadi calon paskibraka Nasional, Ika merasa sedih.

Dia langsung masuk kamar tempat karantina disebuah hotel berbintang di Kota Manado lalu menangis dan berdoa.

"Saya sedih karena papa nyanda bisa liat kita pe prestasi saat ini," kata penggemar olahraga voli ini.

Kini pemilik nama lengkap Ribka Yuliana Syalom Owu, akan menetap kedapan untuk bersaing dalam seleksi menjadi paskibraka Nasional.

Sejak awal keterlibatannya pada seleksi paskibraka tingkat kecamatan hingga kabupaten, tidak pernah memberitau keluarga maupun orang tua karena tidak mau merepotkan, nanti pada saat lulus seleksi baru disampaikan.

"Meski kondisi tidak ada ayah dan hanya diasuh mama dan keluarga, tidak menyurutkan semangat saya untuk meraih prestasi," tegas warga Desa Liwutung Kecamatan Pasan, kabupaten Mitra.

Sosok dibalik kesuksesan Ika adalah sang ibu, peran ibu selalu ada. Ibunya terus beri semangat, optimis, yakin dan percaya selama mengikuti seleksi.

"Selain orang tua dan keluarga tentunya kakak pembina dan pelatih, yang bantu saya sampai ke level ini," tandasnya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved