Kenakan Bea Masuk Anti-dumping 300%, Indonesia Hentikan Ekspor Biodiesel ke AS

Amerika Serikat lewat Komisi Perdagangan Internasional-nya atau United State International Trade Commission

SHUTTERSTOCK
Eksport Ilustrasi 


TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Amerika Serikat lewat Komisi Perdagangan Internasional-nya atau United State International Trade Commission (USITC) kembali menekankan pengenaan bea masuk anti-dumping (BMAD) dan Countervailing Duty (CVD) kepada produk biodiesel Indonesia. Keputusan tersebut dikeluarkan pada tanggal 19 April 2018 lalu.

"Keputusan USITC itu menegaskan keputusan United States Department of Commerce (USDOC) pada 21 Februari 2018 lalu," ujar Direktur Pengamanan Perdagangan, Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati kepada Kontan.co.id, Senin (23/4).

Sebelumnya, USDOC telah mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap biodiesel Indonesia. Atas pemeriksaan tersebut, USDOC menetapkan bahwa Indonesia melakukan dumping, sehingga AS menerapkan BMAD sebesar 92,52% hingga 276,65%.

JANGAN LEWATKAN: Pemerintah Kalah dalam Pemungutan Suara Brexit: Inggris Kukuh Bikin Aturan Pabean Baru

USITC pun menegaskan aturan yang dikeluarkan oleh USDOC tersebut. Melalui dokumen Federal Register, Indonesia dikenakan tambahan BMAD dan CVD dengan kisaran mulai dari 126,97% hingga 341,38%.

Alhasil, hal tersebut semakin mendesak ekspor biodiesel Indonesia ke AS. "Saat ini praktis tidak ada ekspor biodiesel ke AS," terang Pradnyawati.

Mengatasi hal tersebut, Pradnyawati bilang perusahaan sudah mulai bertindak. Tindakan dilakukan dengan melakukan banding ke pengadilan domestik AS.

JANGAN LEWATKAN: Perang Dagang AS-China Perburuk Ekonomi Global: IMF Beberkan Kondisi Negara Asia

Sementara itu, perusahaan dan pemerintah pun akan melakukan upaya lainnya. Pradnyawati bilang pemerintah masih akan melihat putusan pengadilan domestik AS sebelum melaporkan ke organisasi perdagangan dunia (WTO).

"Pada prinsipnya pemerintah dan perusahaan siap mencari keadilan sampai ke tingkat paling tinggi," jelas Pradnyawati.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved