Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual, David Copperfield Bocorkan Trik Sulap di Pengadilan
Yang diingat Brittney Lewis dari kejadian malam itu adalah Copperfield melepas bajunya lalu menciuminya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ilusionis kondang David Copperfield dituduh membius kemudian melakukan kekerasan seksual terhadap seorang model berusia remaja pada tahun 1988.
Kepada The Wrap, perempuan bernama Brittney Lewis tersebut mengatakan saat itu ia berusia 17 tahun.
Lewis menuturkan ia bertemu Copperfield ketika mengikuti lomba modeling "Look of the Year" di Atami, Jepang. Ilusionis itu merupakan salah satu juri lomba.
Usai lomba, kata Lewis, Copperfield mengundangnya ke sebuah pertunjukan di California. Lewis menuduh ketika itulah sang ilusionis memasukkan obat bius ke minumannya. Akibatnya ia tidak sadarkan diri.
Yang diingat Brittney Lewis dari kejadian malam itu adalah Copperfield melepas bajunya lalu menciuminya.
"Pagi harinya dia bilang malam itu tidak terjadi apa-apa karena saya di bawah umur. Dia juga mengaku tidak menyetubuhi saya," tutur Lewis.
Menurut Lewis, keesokan paginya Copperfield memaksanya menulis surat pernyataan bahwa tidak terjadi sesuatu yang tidak pantas pada malam itu.
Sebelum berita itu mencuat Copperfield berbicara tentang gerakan #MeToo melalui Twitter, Rabu (24/1/2018) malam.
"Kita semua ingin orang-orang yang merasa menjadi korban kekerasan/ pelecehan seksual untuk berdaya dan kita seharusnya mendengarkan, supaya lebih banyak lagi (perempuan) yang berani berbicara. Ini penting," tulis Copperfield dalam tweet-nya.
"Tetapi bayangkan rasanya, meyakini gerakan itu dan pernah dituduh melakukan pelecehan seksual di masa lalu. Mengalami kehidupanmu dan keluargamu berantakan," lanjut Copperfield.
Pada tahun 2007, mantan ratu kecantikan Lacey Carroll menuduh Copperfield melakukan kekerasan seksual di pulau pribadi pesulap itu.
FBI menyelidiki tuduhan itu dan menggerebek gudang Copperfield di Las Vegas. Namun kasus itu ditutup tanpa ada satu pun pihak menjadi tersangka.
Carroll kemudian didakwa melakukan tuduhan palsu serangan seksual terhadap seorang pria lain. Dia mengaku bersalah pada 2010. Dia dihukum denda dan menjalani kerja sosial.
"Selama bertahun-tahun saya hidup dengan tuduhan palsu tentang hal-hal mengerikan, sementara hanya sedikit yang memberitakan bahwa orang yang menuduh saya telah ditangkap dan bahwa saya tidak bersalah," kata Copperfield tentang tuduhan Carroll.
Copperfield juga menanggapi tuduhan baru yang dilontarkan Brittney Lewis.
"Ketika menghadapi badai baru, saya ingin gerakan ini (#MeToo) terus berkembang. Selalu dengarkan, dan pertimbangkan segala sesuatu dengan hati-hati, tetapi demi kehidupan orang lain, janganlah terburu-buru menghakimi," kata Copperfield.
#MeToo merupakan gerakan untuk mendorong orang-orang yang menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual untuk berani berbicara dan mengungkap kebenaran.
Ilusionis David Copperfield Bongkar Trik Sulapnya di Pengadilan
Pesulap kondang David Copperfieldterpaksa membocorkan salah satu trik sulap legendarisnya "Thirteen" di pengadilan Las Vegas, AS.
Ilusionis berusia 61 tahun ini dituntut seorang pria Inggris karena dinilai lalai saat mengadakan pertunjukan. Demikian diberitakan New York Post.
Pada 2013, Copperfield menggelar pertunjukan di Grand Hotel MGM di kota judi, Las Vegas, Amerika Serikat.
Saat itu, Copperfield menampilkan trik sulap legendarisnya, "Thirteen", dalam pertunjukan tersebut.
Sebagai informasi, "Thirteen" merupakan ilusi sulap yang mampu menghilangkan 13 orang dari atas panggung dan memunculkannya kembali.
Dalam sidang pengadilan, produser eksekutif Cooperfield, Chris Kenner, membocorkan bagaimana ilusionis ini melakukan triknya.
Kenner menggambarkan langkah awal bagaimana pesulap kelas dunia itu memilih 13 relawan secara acak.
Setelahnya, Copperfield mendudukkan peserta terpilih di kursi yang sudah tersedia di panggung.
Copperfield lantas menutupi 13 peserta tersebut dengan sebuah tirai dan mengajak bicara penonton lainnya hingga peserta terpilih hilang dari panggung.
Menurut Kenner, trik tersebut dilakukan dengan bantuan asisten panggung. Sejak tirai ditutup, para asisten panggung memandu para relawan untuk menjauh dari panggung.
Mereka dibawa melalui sejumlah terowongan tersembunyi yang terdapat di MGM dengan berbekal senter. Setelah sulap akan berakhir, 13 relawan itu dibawa kembali ke panggung pertunjukan.
Salah seorang pria yang dipilih acak, Gavin Cox, mengaku terjatuh saat dipandu melewati lorong tersebut.
Ia mengatakan, lorong tersebut dipenuhi debu dan puing-puing sehingga menyulitkan mereka untuk lewat.
Karena insiden tersebut, Cox yang juga mantan koki ini menderita cedera di otak dan tubuhnya.
Ia bahkan mengklaim biaya yang dikeluarkan untuk perawatan medisnya mencapai 400.000 dollar AS atau sekitar Rp 5,5 miliar.
Tidak hanya itu, Cox bahkan mengatakan bahwa penyakit yang dideritanya menganggu dirinya seumur hidup.
Dalam persidangan tersebut, pengacara Cox, Benedict Moreli, bertanya kepada Copperfield soal keamanan terowongan yang dia sediakan.
Moreli juga bertanya terkait hal-hal yang bisa menyebabkan perjalanan ke-13 orang di lorong diliputi bahaya.
Namun, Copperfield tidak setuju dengan pertanyaan itu dan menegaskan tidak bersedia menjawab pertanyaan yang menuntut jawaban "ya" atau "tidak".
"Jika saya melakukan kesalahan, itu semua salah saya. Saya setuju debu bisa menyebabkan cedera, tapi tak ada debu di lokasi kejadian," ujar Copperfield.
Sidang tuntutan terhadap sang pesulap legendaris belum berakhir dan akan berlanjut pekan depan.