Breaking News:

Berkedok Guru Tari di Trenggalek, Diduga Cabuli 10 Putri, Ada Seks Bebas? 22 Remaja Dievakuasi

Polisi dari PolresTrenggalek menangkap HM (41), warga Dusun Karangtengah, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Senin (16/4/2018).

Editor: Aswin_Lumintang
Facebook
Perbuatan cabul ke pelajar SMP 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TRENGGALEK - Polisi dari PolresTrenggalek menangkap HM (41), warga Dusun Karangtengah, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, Senin (16/4/2018).

Petani yang juga pengajar tari ini diduga mencabuli sekurangnya 10 anak yang belajar padanya.

Terungkapnya pencabulan yang dilakukan HM bermula pada keresahan warga di sekitar rumahnya.

HM kerap mengumpulkan anak-anak dan mengajar tari barongan. Warga sudah sering memeringatkan HM, namun tidak pernah digubris.

Puncaknya pada Kamis (12/4/2018) warga bersama polisi membubarkan aktivitas di rumah HM. Ketika itu beredar kabar ada pesta miras dan seks bebas di rumah HM.

Namun Polisi memastikan tidak ada miras dan seks bebas. Polisi mengevakuasi anak-anak berusia 10 hingga 15 tahun yang belajar kepada HM ke Polsek Gandusari.

Saat itu ada 15 anak laki-laki dan tujuh anak perempuan. Mereka bergabung dalam grup jaranan dengan nama IPENKA yang diketuai HM.

Dari pengakuan anak-anak ini, mereka kerap melakukan ritual pengisian pulung. Ritual ini kerap membuat mereka kesurupan.

Dari pengembangan pembubaran kegiatan ini, ternyata ada korban yang melapor telah dicabuli HM.

''Kami telah melakukan penyisiran di rumah HM untuk menemukan barang bukti, antara lain selimut, barongan, serta berbagai barang lain, '' ujar Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Andana, Selasa (17/4/2018).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved