Saksi Ungkap Peran Bupati Minut dalam Kasus Pemecah Ombak, Tanpa SK Proyek Sudah Dikerjakan

Sidang dengan tiga terdakwa ini dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Vincentius Banar bersama Hakim Anggota Arkanu dan Wenny Nanda

Saksi Ungkap Peran Bupati Minut dalam Kasus Pemecah Ombak, Tanpa SK Proyek Sudah Dikerjakan
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Sidang perkara dugaan korupsi proyek tanggul penahan atau pemecah ombak di Desa Likupang Dua berbanderol Rp 15 miliar di PN Manado pada Selasa (17/4/2018) 

Sayangnya, saksi tidak dapat menjelaskan tentang kapasitas kehadiran Rio dalam proses pembahasan usulan pengajuan proposal ke BNBP.

Terkait adanya proposal ke-11 yang dibawa terdakwa Stevenson (eks Kepala Dinas PU Minut), saksi Erwin dan Laidy mengaku baru mengetahuinya setelah tiba di Jakarta.

Bukan itu saja, saksi juga membeberkan kalau Direktur Tanggap Darurat BNPB sempat melontarkan kata kalau harus Bupati Minut yang datang membawa proposal tersebut.

“Ketemu dengan Direktur Tanggap Darurat, namanya Junjungan Tambunan. Proposal dibawa ke bidang administrasi. Sesudah itu, dikatakan bahwa proposal harus dibawa oleh Ibu Bupati,” terang saksi Giroth.

Patut diketahui, dalam perkara ini, terdakwa Rosa Tindajoh, Stevenson Solang dan Robby Moukar telah diseret hingga ke meja hijau, karena diduga turut terlibat dalam aksi korupsi Rp 8,8 miliar uang negara yang keluar melalui pos anggaran BNPB

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved