Breaking News:

Bukti Baru, Semut Berkomunikasi Lewat Aroma yang Tak Diproduksi Tubuh

Satu hal yang kita tahu tentang semut, hewan kecil itu bisa berkomunikasi dengan kawanannya.

Editor:
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu hal yang kita tahu tentang semut, hewan kecil itu bisa berkomunikasi dengan kawanannya.

Mereka dapat mengetahui di mana lokasi sumber makanan dari semut lain.

Komunikasi yang dilakukan antar semut muncul karena senyawa kimia dari dalam tubuhnya yang disebut pyrazine.

Jejak aroma dari pyrazine itulah  yang memandu semut lain menuju sumber makanan atau kembali ke sarang.

Menariknya, senyawa kimia ini tidak dihasilkan oleh semut. Namun oleh mikroba lain yang tinggal di tubuh semut.

Ahli biologi dari Universitas São Paulo, Brasil telah menemukan adanya bakteri Serratia marcescens hidup di usus semut dan terlibat dalam produksi aroma tersebut.

Bakteri S. marcescens tak hanya ditemukan dalam satu jenis semut, namun beberapa spesies semut daun yang ada di Amerika.

Bukti yang tidak sengaja ditemukan ini muncul ketika para peneliti mencari mikroba yang bisa membantu semut melindungi diri dari jamur parasit.

Untuk melakukan penelitian, mereka mengumpulkan bagian dari koloni semut termasuk ratunya. Mereka meletakkan koloni di laboratorium, mengisolasi bakteri di dalamnya dan menempatkan mereka di media pembiakan untuk dipelajari.

Dalam laporan yang terbit di jurnal Scientific Reports, Rabu (7/2/2018), penelitian yang dipimpin oleh Eduardo Afonso da Silva Junior justru menemukan bakteri S. marcescens memiliki bau mirip seperti yang dikeluarkan semut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved