Pemerintahan Komunis Turunkan Paksa Salib Gereja di China

Pihak berwenang China telah menurunkan dengan paksa "dua hingga tiga" salib yang menghiasi

Pemerintahan Komunis Turunkan Paksa Salib Gereja di China
afp
Presiden China Xi Jinping 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BEIJING - Pihak berwenang China telah menurunkan dengan paksa "dua hingga tiga" salib yang menghiasi gereja-gereja Kristen di suatu daerah.

Alasannya, tanda salib ini dipasang dan dibangun secara ilegal.

Partai Komunis di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping memang dikenal ateis.

Saat ini, pemerintah China melakukan pembatasan dan pengawasan praktik keagamaan di China, misalnya dengan melakukan pembongkaran salib yang kontroversial di provinsi Zhejiang China timur.

Melansir koran Global Times yang dikelola negara, seorang pejabat urusan agama bernama Zhang mengatakan, pemerintah pusat juga telah menyetujui pencopotan "dua atau tiga" salib gereja-gereja di daerah Yichuan, di provinsi Henan tengah.

"Paroki-paroki itu dibangun secara ilegal tanpa izin dari pemerintah, jadi kami menghancurkan salib mereka.

Kegiatan di paroki yang dibangun secara ilegal akan dilarang,” jelas surat kabar tersebut.

Zhang membantah bahwa pencopotan paksa salib menargetkan umat Kristiani. Di sisi lain, laporan itu tidak menyebutkan denominasi gereja-gereja yang terkena dampaknya.

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

Tindakan keras itu terjadi di tengah harapan adanya kesepakatan penting antara Beijing dan Vatikan tentang penunjukan uskup yang akhirnya bisa membuka jalan bagi dimulainya kembali hubungan diplomatik setelah hampir 70 tahun terputus selama pengambilalihan kekuasaan Komunis China.

China mengatakan, negara menjamin kebebasan beragama selama tidak menentang kepemimpinan partai, menyebabkan ketidakstabilan sosial atau mengancam keamanan nasional.

Halaman
12
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved