Tak Makan Untuk Berhemat, Veronika Jalan Kaki Lima Kilo ke Sekolah
Veronika Pudihang rela berjalan kaki sejauh 5 kilo ke sekolah demi berhemat dan menabung untuk kuliahnya
Penulis: Arthur_Rompis | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kemiskinan serta keterpencilan menghalangi anak muda di pulau Talise Minut untuk menuntut ilmu.
Mereka terpaksa berhenti sekolah pada usia yang sangat dini, untuk kemudian menjadi petani atau nelayan.
Tradisi buruk itu coba dirombak Veronika Pudihang.
Siswa SMA 10 Manado ini memilih tetap bersekolah.
Ia menargetkan bisa meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Teman teman saya punya mimpi, ada yang ingin jadi dokter, tentara, arsitek dan lainnya namun itu hanya mimpi, nyatanya mereka tak bisa sekolah tinggi, hanya jadi nelayan dan petani saja," beber dia kepada Tribun Manado, Rabu (11/4) di kala menunggu waktu UNBK di SMK 5 Manado.
Dikatakannya, tak mudah bagi warga Talise keluar pulau.
Transportasi terbatas. "Seminggu hanya ada dua kali perahu, perjalanan ke Manado juga memakan waktu satu setengah jam, kalau di darat satu jam," kata dia.
Bersekolah ibarat jalan pedang baginya.
Orang tuanya harus bekerja super keras agar bisa membiayai sekolahnya.
"Saya indekos, orang tua saya bekerja keras agar bisa berikan uang setiap bulan kepada saya," kata dia.
Dia pun harus super hemat.
Ia memilih jalan kaki sejauh lima kilo dari indekosnya.
Dia tak pernah makan di sekolah. "Kalau sewa ojek mahal biayanya," ujar dia.
Veronika juga membiasakan diri menabung. Uang 100 ribu pemberian orang tuanya setiap bulan, ia sisihkan 20 ribu.
"Saya menabung agar bisa kuliah," kata dia.
Veronika punya cita cita menjadi Camat.
Ia ingin jadi Camat agar supaya bisa membangun desanya.
"Saya bermimpi agar anak anak di desa saya bisa mengecap pendidikan tinggi," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/manado_20180411_083646.jpg)