SYOK! Sudah Siap Menikah, Malah Dibatalkan, Ternyata Ada yang Menghilang
Saat akad nikah berjalan lancar, kedua jiwa akan disatukan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernikahan adalah impian dari dua insan yang saling mencintai.
Mengingat dalam upacara suci tersebut, keduanya akan saling bertukar sumpah setia sehidup semati.
Salah satu momen yang paling ditunggu dalam pernikahan adalah akad.
Coba bayangkan jika akad nikah yang sangat sakral ini tidak berjalan sesuai rencana.
Itulah yang terjadi pada dua sejoli ini.
Bukan kisah cinta yang putus di tengah jalan, ataupun batal menikah dua minggu sebelumnya.
Namun tiba-tiba saja, acara akad nikah keduanya tidak dapat dilanjutkan.
Penyebabnya benar-benar bikin miris.
Uang hantaran pernikahan yang sudah disiapkan tiba-tiba lenyap!
Apalagi, jumlah uang hantaran itu tidak sedikit.
Tribunstyle melansir dari Siakapkeli.my, begitulah penuturan Khairul Hakimin Muhammad saat menjadi fotografer dalam sebuah pernikahan di Malaysia.
Kisah yang dibagikan Khairul ini mungkin bisa jadi pembelajaran untuk kamu yang hendak atau akan melangsungkan pernikahan.
Kalau sudah ada hubungannya dengan uang, siapa pun bisa lupa diri, termasuk saudara sendiri.
Cerita ini berawal ketika Khairul ditelpon beberapa hari sebelum akad nikah digelar oleh ibu salah satu calon pengantin.
Karena memang pernah menjadi juru foto pernikahan, Khairul pun mengambil tawaran tersebut.
Akhirnya, hari yang seharusnya berakhir bahagia itu pun datang.
Sesampainya di masjid, kedua pengantin diminta untuk mengambil air wudhu dan shalat 2 rakaat.
Hantaran dan seserahan pun diatur dengan rapi.
Setelah semua tamu undangan datang, acara pun dimulai.
Sang penghulu duduk bersila di depan sebuah meja kecil.
Sementara pengantin wanita diminta duduk di belakang pengantin pria.
Beberapa saat setelah akad nikah dimulai, mala petaka pun terjadi.
Tiba-tiba saja sang penghulu bertanya, "Boleh saya lihat uang hantarannya?"
Pengiring pengantin pun memberikan album mirip buku yang biasanya digunakan untuk menyimpan uang hantaran pernikahan.
Album itu diterima oleh si penghulu.
Dirinya membuka halaman per halaman dengan hati-hati.
Beberapa saat kemudian, si penghulu tampak mengeryitkan dahi.
Dia memandang sang pengantin pria sejenak, lalu membisikkan sesuatu di telinganya.
Suasana yang tadinya tenang dan khidmat tiba-tiba dipenuhi orang-orang yang saling berbisik.
Pengantin pria bangun dan mendekati sang ibu.
Ibunya memegang dada lalu mengambil album tersebut.
Teryata uang hantarannya sudah lenyap!
" Seharusnya ada, uang itu kami titipkan di sepupu kami. Dia mengirim album itu pagi ini. Kami tidak sempat membukanya. Dia bilang mau ke klinik, alasan sakit. Tapi kami tidak bisa menghubunginya setelah itu," ucap pengantin pria setelah ditanya oleh sang penghulu.
"Apakah akan diteruskan atau bagaimana?" tanya penghulu pada pengantin wanita.
Pengantin wanita menjawab, "Boleh beri kami waktu satu jam? Kalau tidak kita tunda acara ini."
Mendengar jawaban calon menantunya, ibu pengantin pria langsung jatuh pingsan.
Kemudian, pengantin wanita menangis tersedu-sedu.
Sementara para tamu hanya diam dan menyaksikan pemandangan menegangkan tersebut.
Suasana pun jadi kurang kondusif.
Pengantin pria mondar-mandir dan memikirkan uang hantaran pernikahan sejumlah 12 ribu Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 42,7 juta yang lenyap begitu saja.
Satu jam berselang, pengantin wanita dan keluarganya berdiri lalu meninggalkan masjid.
Sang ayah bersikeras tidak mau menikahkan anaknya jika uang hantaran tersebut tidak diberikan sebelum pernikahan berlangsung.
Semua orang di masjid kemudian kembali duduk.
Sementara pengantin pria hanya bisa menyandarkan badannya ke dinding masjid.
Setelah itu, pengantin pria menangis tersedu-sedu.
Ayah dari pengantin pria tadi berusaha menenangkan putranya sambil menepuk-nepuk punggungnya. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)
PERNIKAHAN PALING SINGKAT:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Hampir setiap manusia mendambakan suatu pernikahan.
Maka tak heran jika pernikahan dimasukan ke dalam salah satu list impian manusia.
Ya, membina keluarga, menyusun segala bentuk rencana,berjuang bersama, menjaga komitmen.
Begitulah gambaran suatu pernikahan pada umumnya.
Patutnya perniakahan dilandaskan atas perasaan suka yang saling berbalas antara pengantin pria dan pengantin wanita.
Namun ternyata tak semua pernikahan didasarkan atas hal mulia tersebut.
Seperti kisah nyata yang direkam oleh seorang fotografer.
Menjadi fotografer pernikah tak berarti melihat momen romantis pada setiap pernikahan.
Ada kalanya juga juru foto menyaksikan bahkan mengabadikan momen-momen yang kontras dengan pernikahan pada umumnya.
Simak saja pengalaman fotografer asal Malaysia ini .
Juru foto ini mengunggah kisah pahit itu dalam di media sosial facebook.
Dalam pernikahan itu sang pengantin pria telah setuju akan memberi mas kawin sebesar RM 22.222,22 atau sekitar 75 juta rupiah.

Memang agak mahal, namun sang pengantin pria setuju.
Resepsi pernikahan pun dilakukan.
Hingga memasuki waktunya untuk akad nikah.
Dalam sekali lafal, pernikahan itu menjadi sah.
Dan di pesta pernikahan itu mas kawin sudah berpindah tangan, dari keluarga pengantin pria ke keluarga pengantin wanita.
Namun beberapa saat kemudian terdengar keributan dari keluarga pengantin perempuan.
"Duit hantaran kurang seribu", kata keluarga perempuan mempermasalahkan mas kawin dari pengantin lelaki.
Mendengar keributan itu, pengantin perempuan pun bangkit dari duduknya.

Dan dengan nada suara tinggi, dia bertanya kepada lelaki yang baru saja menikahinya, mengapa kurang seribu.
Dan pertanyaan itu pun disambut keluarganya yang turut mempertanyakan kekurangan mas kawin.
"Sudah tahu tak punya cukup uang, tetapi kenapa sangat gatal ingin menikah", tanya keluarga pengantin perempuan.
Mendengar cercaan itu, pengantin pria bereaksi.
Meski dengan mata yang berkaca-kaca, bibirnya tetap menampakkan senyuman.
Dia kemudian mengambil mikrofon dan mulai berbicara.
"Baru saja menjadi istri, belum cukup sejam sudah seperti ini"
"Sengaja saya kurangi seribu,karena ingin melihat orang ini seperti apa, ini saya bawa uang kekurangannya"kata pengantin pria sambil mengeluarkan gepokan uang dari tas.
"Tak apa-apalah bagi saya, semua yang ada di sini menjadi saksi. Saya ceraikan kamu dengan talak tiga, Assalamu alaikum" Pria tersebut meletakkan mic lalu pergi.
Kisah ini diunggah karena permalasahan di negeri Jiran banyak yang batal nikah karena kekurangan mas kawin.
Beberapa waktu lalu, pernikahan yang dilangsungkan di masjid itu berakhir menjadi kericuhan.(TRIBUNMANADO/TRY)
Simak videonya berikut:
PRIA INI HANYA BERCINTA SETAHUN SEKALI, TAK KUAT DENGAN INI ISTRINYA
Seorang suami di Taiwan nekad menceraikan istrinya karena kelakuan buruknya yang hanya mandi sekali dalam setahun.
Tabiat buruk istrinya itu telah menahan niat suaminya untuk memiliki anak.
Karena sudah tidak lagi melakukan hubungan intim bersama, lapor Shanghaiist dari siakapkeli.
Menurut suaminya, sebelum mereka menikah, istrinya itu akan mandi sekali dalam seminggu.

Namun, sikap malas untuk membersihkan diri istrinya itu semakin menjadi-jadi usai menikah.
Usai 10 tahun, istrinya hanya mandi sekali dalam setahun.
Dan akan menghabiskan waktu selama 6 jam untuk membersihkan dirinya.
Selain kebiasaannya yang malas mandi, istrinya itu juga memaksa sang suami supaya tidak keluar bekerja dan menjaga bapaknya yang sedang sakit.

Oleh sebab itu, mereka sudah tidak punya lagi sumber keuangan tetap dan hanya mengharapkan bantuan dari ibu mertuanya.
Pada tahun 2015, suaminya nekad untuk bekerja di daerah Hsinchu utara Taiwan tanpa sepengetahuan istrinya.
Namun, istrinya tahu tentang hal tersebut dan memaksa dia berhenti kerja dan pulang ke rumah.
Akibat sikap istrinya itu, pria ini akhirnya memutuskan untuk melakukan penceraian terhadap istrinya.
Karena sudah tidak sanggup lagi dengan kelakuan istrinya yang pemalas itu.
Istri Sudah Mandi dan Wangi untuk Malam Pertama, Seketika Syok Lihat Suaminya Begini di Ranjang
Masih ingat tidak bagaimana kisah Anda di malam pertama? Apakah itu romantis, bikin deg-degan, atau justru Anda punya kisah konyol yang akan Anda bagi?
Mengawali cerita di malam pertama, agar Anda yang akan menikah tidak tegang dan deg-degan, kami akan membagi kisah-kisah konyol yang bikin Anda tertawa.
Ok, tenang saja, sebenarnya malam pertama tak seburuk itu kok...
Hanya aku dan TV - El, 33 tahun
Punya pesta pernikahan yang didatangi sanak saudara dan teman-teman memang menyenangkan.
Tetapi kalau pestanya berlangsung nyaris seharian tentu melelahkan.
Bisa terbayang bagaimana lelahnya dan ingin rasanya segera melompat ke tempat tidur serta menanggalkan sepatu serta gaun.
Dan demikianlah aku dan suamiku merasa kelelahan dan tak sabar ingin segera merasakan empuk dan nyamannya bantal di hotel.
Kami telah memesan kamar suite untuk malam pertama yang istimewa ini.
Karena ingin membuat suami terkesan di malam pertama, alhasil aku mandi terlebih dahulu dan berendam di dalam bath tub dengan air yang sudah dicampur wewangian.
Membayangkan bagaimana kejadian romantis yang akan kami lewati sudah membuatku tersipu.
Dan hanya sekitar 15 menit lamanya aku mandi, aku berharap suami akan menyambutku dengan kecupan.
Tak disangka, aku malah mendapatinya sudah tidur lelap dengan suara dengkuran hebat dan posisi yang rasanya super nyaman.
Aku tak tega membangunkannya, akhirnya aku menghabiskan malam pertama dengan menonton TV.
Terlalu bersemangat, Gea 28 tahun
Semangat anak muda selalu menggebu-gebu, dan kebetulan pasanganku juga orang yang sama heboh dan cerianya dengan aku.
Semua teman-temanku memanggil kami pasangan super heboh karena kalau ada kami pasti seru dan ramai.
Dan demikian akhirnya kami mengakhiri masa lajang dan mengucap janji sehidup semati.
Usai acara pernikahan yang lancar, dan tak kami kacaukan, kami lalu merasa lega serta kembali ke kamar hotel yang telah dipesan.
Saking bahagianya kami melompat kegirangan di atas ranjang hotel.
Kami juga membuka keran kamar mandi untuk berendam berdua.
Kami kemudian meninggalkannya dalam keadaan saluran air yang belum dibuka.
Kami malah asyik bercumbu dan menikmati 'hidangan pembuka' malam pertama.
Tak terasa kami berdua ketiduran akibat aksi berdua.
Dan ketika bangun kami mendapati karpet kamar sudah basah karena banjir dari kamar mandi. Ah... akibat terlalu bersemangat akhirnya kami harus bersih-bersih kamar hotel tengah malam demi tidak malu di depan orang-orang.
Gara-gara rambut ekstension, Dee 25 tahun
Karena ingin tampil cantik di resepsi pernikahan, hairdresserku memakaikan aku tambahan rambut ekstension agar rambut tampak lebih megah dan berisi.
Dan tiba saatnya kami kembali ke kamar hotel, suamiku membantu melepaskan gaun pengantin yang kukenakan di depan cermin.
Resleting belakang gaun memang agak terlalu rapat dan sulit dibuka, sehingga suami dengan sekuat tenaga berusaha membukanya.
Saking semangatnya, rambut ekstension yang sudah kugerai malah tersangkut pada resleting, tepat di saat suamiku berhasil membuka gaun.
Kaget bercampur takut, suamiku mengira rambutku terkelupas dari kepala akibat gerakan melepas gaun tadi.
Ia langsung pingsan dan aku panik bukan main.
Alhasil, bukannya bermesraan di malam pertama, aku malah merawat suamiku yang pingsan gara-gara rambut ekstension.
Suamiku terkunci di luar, Cyn 35 tahun
Akibat kelelahan mempersiapkan pernikahan sendiri, aku justru jatuh sakit setelah resepsi pernikahan usai.
Kepalaku sakit dan flu berat langsung menderaku.
Akupun minum obat dan segera naik ke ranjang.
Sementara suamiku belum ingin tidur, ia pamit padaku untuk bergabung dengan keluarga yang menginap di penginapan yang sama dengan kami.
Aku mengangguk, kemudian membiarkan suamiku keluar sejenak.
Ternyata, suamiku pergi tanpa membawa kunci kamar, karena berpikir ada aku di sana.
Saat kembali ke kamar ia harus mengetuk kamarku selama berjam-jam, dan aku sendiri sudah tertidur pulas tak mendengar apa-apa.
Keesokan paginya, aku mendapatinya tidur di lobby dan aku benar-benar meminta maaf padanya.
Maaf ya, sayang.
Nah itulah pengalaman lucu dari orang-orang yang 'gagal' malam pertama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/menikah1_20180219_162537.jpg)