Produk Anak Bangsa Tak Kalah, Menkominfo: Ganti Facebook dengan CatFiz

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyarankan agar publik menggunakan media sosial

Produk Anak Bangsa Tak Kalah, Menkominfo: Ganti Facebook dengan CatFiz
KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat ditemui di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta, Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyarankan agar publik menggunakan media sosial buatan putra-putri Indonesia. Hal tersebut menyusul adanya praktik pembocoran data pengguna Facebook di Indonesia ke sejumlah pihak.

"Makanya, pakailah media sosial atau misalnya chatting system buatan Indonesia sendiri. Banyak kan buatan anak bangsa, ada Catfiz, Indonesia Messenger, ada juga Pesan Kita. Itu tolong diapresiasi jugalah," kata Rudiantara.

Rudiantara mengakui kualitas produk media sosial ciptaan kreator di Indonesia tidak kalah dari Facebook. Namun, jika masyarakat terus mendukungnya dengan menggunakan produk tersebut, lama-kelamaan kualitasnya pun akan semakin baik.

"Facebook itu besar karena mengakuisisi start up kecil. Jadi dia lengkap dan user friendly-nya tinggi. Sedangkan anak-anak muda Indonesia kan kerjain itu semua sendiri, jadi memang agak lama," ujar Rudiantara.
Menkominfo sendiri mengaku, menggunakan beberapa media sosial buatan dalam negeri. Ia juga sering mempromosikan produk tersebut. Salah satunya kepada wartawan.

"Beberapa teman wartawan bahkan saya bilang, anda nanya pakai Whatsapp pasti enggak saya jawab. Tapi kalau pakai yang buatan Indonesia, saya jawab. Ya harus ada keberpihakan. Jangan semua yang berbau asing sajalah," ujar Rudiantara.

Aplikasi Catfiz
Aplikasi Catfiz (afp)

Bareskrim Panggil Facebook

Bareskrim Polri berencana akan meminta klarifikasi pihak Facebook terkait bocornya data sejuta pengguna Facebook di Indonesia, pada pekan ini. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika soal tersebut.

"Diharapkan minggu ini Bareskrim Polri akan memanggil pihak Facebook di Indonesia," ujar Setyo.
Nantinya, kata Setyo, kasus ini akan ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Penyelidikan akan dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kemenkominfo.
"Dit Siber Bareskrim akan memulai melaksanakan penyelidikan," tukas Setyo.

Sementara itu rencana pemerintah memblokir situs media sosial Facebook gara-gara kebocoran data pengguna mendapat tentangan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet). Tindakan tersebut dinilai bukan solusi yang baik, selain juga akan menimbulkan masalah baru.
"Blokir tidak akan bisa menyelesaikan akar masalah yang sesungguhnya. Impact yang ditimbulkan justru semakin buruk," kata Bamsoet.

Dia meminta pemerintah untuk tidak asal blokir. Alasannya, Facebook sudah memberi banyak manfaat untuk masyarakat. Banyak UMKM dan unit usaha kecil lainnya yang bertumpu pada media sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut. Masyarakat membuat "lapak" digital untuk melakukan transaksi dari komoditas yang terdekat dengan mereka.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved