Mau Bantu Wali Kota Pingsan di Areal Sumo, Perempuan Jepang Ini Malah Diusir Wasit

Kejadian bermula ketika Wali Kota Maizuru, Ryozo Tatami, tiba-tiba roboh saat menyampaikan pidato di tengah ring sumo.

Mau Bantu Wali Kota Pingsan di Areal Sumo, Perempuan Jepang Ini Malah Diusir Wasit
ANTARA FOTO/Ismar Patrizki
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JEPANG - Seorang perempuan yang hendak memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di arena sumo Jepang, diusir wasit karena dianggap mengotori kesucian arena tersebut.

Kejadian bermula ketika Wali Kota Maizuru, Ryozo Tatami, tiba-tiba roboh saat menyampaikan pidato di tengah ring sumo.

Tim paramedis sontak berlari menghampiri dan salah satunya adalah perempuan.

Namun, oleh seorang wasit sumo, perempuan itu langsung diusir. Tradisi Jepang memang hanya memperbolehkan pria masuk ke ring dan melarang kehadiran perempuan.

Media setempat melaporkan bahwa sejumlah penonton melihat sang wasit melemparkan garam ke tengah ring setelah mengusir perempuan tersebut.

Dalam budaya Jepang, garam yang dilemparkan di ring sumo sebelum pertandingan bertujuan menyucikan arena.

Beberapa warganet bahkan mengatakan aksi itu bermakna bahwa perempuan tersebut telah "mengotori kesucian" arena sumo.

Belakangan, ketua asosiasi sumo Jepang meminta maaf kepada perempuan yang identitasnya tidak dipublikasikan.

"Pengumuman (agar keluar dari panggung) dilontarkan seorang wasit yang kesal, tapi itu adalah tindakan tak patut dalam situasi yang menyangkut nyawa seseorang," ujar Nobuyoshi Hakkaku, Ketua Asosiasi Sumo Jepang.

"Kami meminta maaf sedalam-dalamnya," sambungnya. (*)

Tags
Jepang
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved