Panwaslu Sitaro Ingatkan Kapitalau agar Netral di Pilkada

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus meningatkan Aparatur Sipil Negara

Panwaslu Sitaro Ingatkan Kapitalau agar Netral di Pilkada
DOK. TRIBUN MANADO/JHONLY KALETUANG
Fidel Malumbot 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) terus meningatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan para Kapitalau agar tidak melanggar undang-undang Pilkada nomor 10 tahun 2016 dan undang-undang pemilu nomor 7 tahun 2017.

Ketua Bawaslu Kabupaten Sitaro Pricilya Bawole, melalui Koordinator Revisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Fidel Malumbot, mengatakan dimana larangan bagi para ASN dan Kapitalau untuk tidak ikut kampanye agar menjadi perhatian bagi semua pihak.

"Dalam undang-undang pilkada sudah tegas melarang keterlibatan ASN dan para kapitalau bahkan aparat kampung untuk terlibat kampanye apalagi memobilisasi masa untuk ikut kampanye," tegas Malumbot.

Lanjutnya, larangan tersebut bertujuan agar tidak ada Kapitalau yang terlibat dalam politik praktis.

Namun kapitalau yang ada di 93 desa di Sitaro, tidak dilarang untuk melakukan tugas pengawasan di wilayah masing-masing untuk keamanan wilayah termasuk melakukan pemantauan atau monitoring kegiatan kampanye yang berlangsung di wilayahnya.

"Kalau dalam tugas monitoring, pengawasan, silahkan-silahkan saja. Asalkan menggunakan pakaian dinas lengkap, dan tidak hanya pada salah satu kegiatan kampanye pasangan calon saja tetapi harus menyeluruh, dan tahu menempatkan posisi dalam tugas tersebut. Dalam pilkada Sitaro ada empat pasang, maka kapitalau juga harus hadir di kegiatan empat calon tersebut," sentilnya.

Bahkan ia juga menekankan agar masyarakat serta pasangan calon untuk tidak melakukan politik uang dalam kampanye yang saat ini berlangsung sebab merupakan tindak pelanggaran yang menjadi fokus pengawasan.

"Saat kampanye kami mengingatkan untuk biaya mobilisasi masa harus berupa kendaraan, sementara untuk biaya bahan bakar harus berupa voucher bahan bakar minyak, sampai biaya makan minum harus berupa makanan dan minuman. Tidak dianjurkan kalau dalam bentuk uang," tambahnya.

Karena dengan mematuhi setiap aturan yang ada, kita sudah menciptakan pikada aman, damai .
"Sehingga potensi kerawanan dapat kita cegah sedini mungkin. Menuju Sitaro semakin maju," akhirnya.

Penulis:
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved