Kasus Pemalsuan Pita Cukai Terbongkar di Sulut: Pengedar Terisak, Kali ke-15 Baru Terungkap

Peredaran rokok berpita cukai palsu di Sulawesi Utara menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 1.450.400.000.

Kasus Pemalsuan Pita Cukai Terbongkar di Sulut: Pengedar Terisak, Kali ke-15 Baru Terungkap
tribun manado
Dua tersangka pengedar rokok berpita cukai palsu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peredaran rokok berpita cukai palsu di Sulawesi Utara menyebabkan negara mengalami kerugian Rp 1.450.400.000, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 255.054.800.

Hingga total kerugian negara mencapai Rp 1.705.454.800.

Kerugian ini berdasarkan perhitungan dari 15 kali penyelundupan rokok berpita cukai palsu dari Jawa Timur ke Sulut sejak akhir tahun 2017.

Jumlah total 3.920.000 batang rokok dikalikan Rp 370 memperoleh Rp 1.450.400.000 untuk kerugian cukai.

Sedangkan PPN Hasil Tembakau didapat dari 9,1 persen dikalikan 715 (harga jual eceran/batang terendah golongan II) kemudian dikalikan lagi 3.920.000 (jumlah rokok). Hasilnya diperoleh Rp 255.054.800.

JANGAN LEWATKAN: Pegawai Kanwil Bea Cukai Sulut Tes Narkoba

Kasus ini terungkap pada Sabtu 24 Maret 2018. Aparat mendapati mobil yang dikendarai DEM (45), warga Manado, berisi rokok berpita cukai palsu di Kotamobagu. Barang ilegal itu milik MP (38), warga Manado.

Petugas menemukan 64.000 batang rokok merk 86 dan 2.400 batang rokok merk Esco Bar yang memakai pita cukai palsu. Besok harinya, petugas mendapati 32.000 batang rokok merk Esco Bar berpita cukai palsu.

Petugas kemudian menemukan MP di sebuah restoran di Kawasan MegaMas Manado. Berbasarkan pemeriksaan terhadap MP dan alat bukti, ditemukan cukup bukti untuk menetapkannya sebagai tersangka pada kasus ini.

MP menyerahkan barang bukti yang dikuasai berupa 352.000 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) merk 86. Diperkirakan barang bukti yang diamankan senilai 317.532.000 dan kerugian negara dari cukai dan PPN hasil tembakau Rp 195.953.276.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved