Utang Luar Negeri China Tebus US$ 1,7 Triliun, Inilah Negara Pengutang Terbesar di Dunia, Indonesia?

Badan pengawas pertukaran mata uang China atau State Administration of Foreign Exchange (SAFE) mengungkapkan risiko

Utang Luar Negeri China Tebus US$ 1,7 Triliun, Inilah Negara Pengutang Terbesar di Dunia, Indonesia?
AFP
Mata Uang Cina, Yuan 

- Kosovo

Presentase utang terhadap PDB: 10,6 persen

Berlokasi di sebelah tenggara Eropa, Kosovo menjadi salah satu dari sedikit negara Eropa yang memiliki utang paling rendah di dunia.

PDB Kosovo pada 2016 sebesar US$ 18,44 miliar. Utang negara terhadap PDB dihitung sebesar 10,6 persen.

- Libya

Presentase utang terhadap PDB: 10 persen

Negara ini terletak di bagian utara Afrika. Lebih dari 90 persen penduduk tinggal di sepanjang jalur mediterania. Ekonomi negara ini sangat bergantung dari ekspor gas.

- Estonia

Presentase utang terhadap PDB: 9,7 persen

Republik Estonia terbagi menjadi 15 county (Maakonnad). Dokumen pertama yang menuliskan pembagian administratif dan politik Estonia berasal dari Babad Henry dari Livonia, yang ditulis pada abad ke-13, sezaman dengan Perang Salib Utara.

 
- Kiribati

Presentase utang terhadap PDB: 8,6 persen

Kopra dan ikan kini merupakan hasil produksi dan ekspor yang dominan. Ekonomi Kiribati telah naik-turun dengan besar dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan ekonomi dihalangi kurangnya pekerja berkeahlian tinggi, infrastruktur yang lemah, dan letaknya yang jauh dari pasar dunia.

- Gibraltar

Presentase utang terhadap PDB: 7,5 persen

Pariwisata merupakan industri besar di Gibraltar. Gibraltar merupakan pelabuhan yang terkenal bagi kapal-kapal pesiar dan menarik wisatawan dari resor-resor di Spanyol. Batu Gibraltar adalah tempat wisata paling terkenal, terutama di kalangan wisatawan dan penduduk Brtania di pesisir selatan Spanyol.

Gibraltar juga merupakan destinasi belanja ternama, dan semua barang dan jasanya bebas pajak pertambahan nilai. Banyak jaringan pertokoan kelas atas besar Britania mempunyai cabang atau waralaba di Gibraltar, seperti Marks & Spencer dan Mothercare.

- Tajikistan

Presentase utang terhadap PDB: 6,5 persen

Republik Tajikistan adalah sebuah negara sempalan Uni Soviet di Asia Tengah yang berbatasan dengan Afghanistan di selatan, Republik Rakyat Tiongkok di timur, Kirgizstan di utara dan Uzbekistan di barat. Kondisi geografisnya merupakan dataran tinggi yang tidak berbatasan dengan laut.

Tajikistan menderita perang saudara yang berlangsung mulai dari 1992 sampai 1997. Sejak akhir perang, stabilitas politik yang baru didirikan dan bantuan asing telah memungkinkan perekonomian negara berkembang. Perdagangan komoditas seperti kapas, aluminium dan uranium telah memberikan kontribusi besar untuk negara ini supaya terus membaik. Namun, pertempuran pecah kembali di akhir Juli 2012 dengan hasil yang kurang jelas.

 
- Kaledonia Baru

Presentase utang terhadap PDB: 6,5 persen

Negara ini memang tidak banyak diketahui oleh orang. Meski demikian, Kaledonia Baru mengontrol 11 persen dari produksi nikel dunia. Ekonomi negara ini juga sangat bergantung dari impor karena tanah di sini tidak bisa mendukung pertanian.

- Wallis dan Futuna

Presentase utang terhadap PDB: 5,6 persen

Jika Anda belum pernah mendengar tentang Wallis dan Futuna, Anda tidaklah sendirian. Negara yang berbentuk rangkaian pulau di Samudra Pasifik Selatan ini hanya memiliki luas lahan 142 mil persegi. Angka tersebut membuatnya 1,5 kali lebih besar dari Washington, DC. Jumlah penduduk Wallis dan Futuna mencapai 16.000 warga.

PDB negara ini diperkirakan mencapai US$ 60 juta dengan utang publik berada di level 5,6 persen. Perekonomian di sini sebagian besar terbatas pada pertanian tradisional.

- Timor Leste

Presentase utang terhadap PDB: 0 persen

Negara ini mencakup 14.874 kilometer persegi tanah, dan memiliki populasi di bawah 1,3 juta warga. PDB-nya dihitung pada US$ 2,5 miliar pada tahun 2016 dengan tingkat utang publik yang sebesar 0 persen.

Perekonomian negara ini sangat bergantung pada minyak. Sayang, turunnya harga minyak dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai masa depan negara tersebut.

Utang Indonesia Tembus Rp 7.000 triliun

Utang pemerintah yang saat ini tembus Rp 4.000 triliun dianggap belum sepenuhnya tercatat secara keseluruhan. Utang pemerintah diproyeksikan tembus Rp 7.000 triliun jika dihitung dari utang pemerintah dan swasta.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan total utang pemerintah Indonesia yang sebesar Rp 4.034,8 triliun belum termasuk dengan utang swasta dan BUMN.

"Total utang atau outstanding Indonesia setidaknya telah mencapai lebih dari Rp 7.000 triliun, terdiri dari total utang pemerintah dan swasta," kata Enny di kantor Indef, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Dia menjelaskan utang pemerintah biasanya digunakan untuk membiayai defisit anggaran, dan utang swasta dilakukan oleh korporasi swasta dan BUMN.

Berdasarkan data yang dimilikinya, total utang pemerintah dalam APBN 2018 nilainya mencapai Rp 4.772 triliun. Hal itu dilihat dari surat berharga negara (SBN) posisi per September sudah mencapai Rp 3.128 triliun terdiri dari denominasi rupiah Rp 2.279 triliun dan valuta asing atau valas Rp 849 triliun.

Sementara utang luar negeri pemerintah mencapai US$ 177 miliar atau setara dengan Rp 2.322 triliun (dengan kurs rata-rata Rp 13.500 per US$).

rupiah anjlik, ilustrasiiiii
rupiah anjlik, ilustrasiiiii (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Mengenai proyeksi total utang yang tembus Rp 7.000 triliun juga karena di masing-masing kementerian dan lembaga tidak menyajikan data yang sama terkait dengan posisi utang.

Seperti halnya Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF), menurut Enny data yang disajikan berbeda dengan yang tertera dalam APBN. Begitu juga dengan pencatatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Enny bilang Bank Indonesia hanya mencatat utang korporasi dan belum memasukan utang yang dilakukan langsung oleh perusahaan pelat merah.

"Yang ingin digarisbawahi, kalau dari lembaga resmi berbeda, sepertinya utang secara keseluruhan berapa, karena ini belum masuk ke utang BUMN, karena BI hanya koporasi dan swasta, BUMN karya berapa, saya tidak yakin utang seluruhnya ter-capture semua, dari publikasi resmi saja sudah lebih dari Rp 7.000 triliun, ini angka yang paling optimis," kata dia.

Data yang disampaikan Enny berbeda dengan yang dicatat Bank Indonesia (BI)

Jika melihat utang luar negeri (ULN) dari sektor swasta periode Januari 2018 tercatat US$ 174,2 miliar atau tumbuh dibandingkan periode Desember 2017 US$ 172,3 miliar. Total ULN swasta per Januari 2018 itu setara dengan Rp 2.349 triliun (kurs Rp 13.500)

Sedangkan pencatatan BI mengenai utang luar negeri pemerintah sama seperti yang dicatatkan oleh pemerintah, yakni sesuai pada struktur utang yang mencapai Rp 4.034,8 triliun per Februari 2018. *

Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved