Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Kata Tito Karnavian Soal Dirinya Disebut Sebagai Calon Wakil Presiden

Mahfud MD, yang mengaku menjagokan Tito maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Editor:
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian menyebut politik adalah dua yang penuh dengan aksi saling sikut dan gaduh.

Seperti dilansir CNN, Pernyataan itu disampaikan Tito menanggapi pertanyaan wartawan seputar peluangnya untuk terjun ke dunia politik setelah pensiun dari korps bhayangkara.

"Sampai hari ini saya belum tertarik, dunia politik dunia yang banyak sikut-sikutan. Dunia yang sangat ribut," kata Tito di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, 26 Oktober 2017 silam.

Namun sikap tegas Tito itu tidak menghentikan langkah sejumlah tokoh nasional untuk tetap menyeret namanya ke ranah politik.

Salah satunya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, yang mengaku menjagokan Tito maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Mahfud, Tito merupakan sosok yang cocok menjadi cawapres karena masih muda dan berintegritas.

"Kalau menurut saya sendiri yang mantap (jadi cawapres) itu pak Tito (Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian)," ujarnya di sela-sela acara peluncuran buku di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta pada Sabtu (31/3).

Nama mantan Kapolda Metro Jaya itu sebetulnya sudah muncul di sejumlah lembaga survei sejak pertengahan tahun lalu.

Lembaga survei Indikator Politik, Charta Politika, hingga Alvara Research Center mencantumkan nama Tito sebagai tokoh yang berpeluang menjadi cawapres.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan Tito merupakan salah satu nama cawapres yang dinilai publik layak mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Dia berkaca pada simulasi yang telah dilakukan di mana Tito jadi satu dari tiga nama cawapres bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Dari simulasi itu Tito mengantongi elektabilitas 12 persen.

"Seingat saya 12 persen, itu jika tiga nama yakni Sri Mulyani, Gatot, dan Tito," kata Burhanuddin saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (2/3).

Walau menduduki tingkat elektabilitas 'buncit', peluang Tito untuk menjadi cawapres di Pilpres 2019. Burhanuddin menilai, peluang Tito sebagai cawapres sangat tergantung dengan elektabilitas calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi).

Dia menuturkan, posisi tawar Tito sebagai cawapres akan meningkat seiring dengan peningkatan elektabilitas Jokowi.

Menurutnya, Tito akan dipinang sebagai cawapres bila Jokowi tidak membutuhkan pasangan yang mampu mendongkrak suara di Pilpres 2019 mendatang.

"Kalau elektabilitas Jokowi meningkat terus, pertimbangan Jokowi dalam memilih cawapres bukan apakah cawapres punya elektabilitas tinggi atau tidak, tetapi apakah punya kenyamanan atau tidak dalam bekerja," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved