Jalan Salib Umat Katolik Ini Berakhir di Lokasi Salib Warembungan

Jalan salib umat Katolik pada Hari Jumat Agung biasanya dibuat sedemikian rupa sebagai bentuk penghayatan terhadap penderitaan Kristus.

Jalan Salib Umat Katolik Ini Berakhir di Lokasi Salib Warembungan
ISTIMEWA
Jalan Salib Umat Katolik Paroki Warembungan di lokasi Salib Warembungan 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Jalan salib umat Katolik pada Hari Jumat Agung biasanya dibuat sedemikian rupa sebagai bentuk penghayatan terhadap penderitaan Kristus.

Suasana panas, jauh, dan berbagai tantangan umumnya menjadi kesempatan untuk sungguh-sungguh berdoa.

Tahun ini juga dibuat demikian.

Beberapa paroki membuat kegiatan jalan salib hidup.

Paroki Santo Petrus Warembungan tahun ini membuat jalan salib yang luar bisa.

Mereka menempuh perjalanan cukup jauh.

"Medan penuh tantangan. Turun gunung dan naik lagi jalan kebun yang agak rusak," ujar Willem Kuntag, Anggota Badan Pengurus Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado yang juga umat paroki Warembungan.

Lokasi penyaliban sangat dramatis.

Terletak di puncak di mana ada salib Warembungan.

"Salib itu tingginya 40 meter. Terlihat dengan jelas hampir seluruh kota Manado," katanya.

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved