Personel Korem 131 Santiago Bebas Narkoba
Korem 131 Santiago melalui Staf Intel melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine bagi personelnya
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Korem 131 Santiago melalui Staf Intel melaksanakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine bagi personelnya, Rabu (28/3/2018) pagi di Aula Makorem 131 Santiago.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara dan Rumkit Kesdam XIII/Merdeka.
Ikut pada kegiatan ini seluruh personel Korem 131/Santiago dan perwakilan Yonif Raider 712/Wiratama sebanyak 40 orang. Baik prajurit maupun PNS.
Tim dari BNN Provinsi yang dipimpin oleh Sam Repy AMK, Kepala Bidang P2M, dan dr Nahyun dari Rumkit Kesdam XIII/Merdeka
memberikan penyuluhan tentang penggunaan obat yang terlarang dan mengajak untuk bersama-sama menolak narkoba serta hindari segala macam kegiatan yang berhubungan dengan Narkoba atau sejenisnya.
Kasi Intel Korem 131/Santiago Kolonel Arm Soegeng Riadi SIP mengatakan bahwa Prajurit maupun PNS TNI dilarang keras menyentuh Narkoba, apalagi menjadi pengedar.
Dimana berbagai perintah dan santiaji oleh Komando Atas dan para komandan satuan juga telah sering disampaikan, baik secara tertulis melalui Surat Telegram maupun secara lisan pada saat jam komandan dan apel.
Berbagai contoh tindakan hukum, disiplin maupun administrasi juga telah sering disaksikan sendiri oleh seluruh Prajurit dan PNS TNI, sampai dengan hukuman tambahan yang terberat, yakni dipecat dengan tidak hormat dari dinas TNI.
Kata dia, harus diakui bahwa era keterbukaan dan kemajuan teknologi yang sangat pesat akhir-akhir ini bagaikan telah membuka Kotak Pandora dunia hitam Narkoba. Berbagai informasi tentang cara untuk memperoleh dan menikmatinya begitu mudahnya diakses oleh siapa saja, termasuk di dalamnya Prajurit dan PNS TNI termasuk keluarga, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
"Tanpa dibentengi oleh iman dan taqwa yang kuat serta pengetahuan yang menyeluruh tentang dampak buruk dari persentuhan dengan Narkoba, maka para Prajurit dan PNS sekalian maupun keluarga akan dengan mudahnya akan tergoda untuk mencoba dan menjadi kecanduan," ujar dia.
Dan lanjut Kasi Intel Korem 131/Santiago Kolonel Arm Soegeng Riadi SIP kalau sudah demikian, maka sangat sulit untuk memperbaikinya.
"Sudah cukup banyak contoh para pecandu Narkoba yang dirujuk ke berbagai Panti Rehabilitasi oleh para keluarganya, namun hanya sedikit yang benar-benar sembuh dari ketergantungan terhadap Narkoba," ujar Kasi Intel Korem 131/Santiago Kolonel Arm Soegeng Riadi SIP.
Kata Kasi Intel Korem 131/Santiago Kolonel Arm Soegeng Riadi SIP, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka cenderung kembali terlibat dalam dunia hitam Narkoba, apalagi jika keluarga atau masyarakat di lingkungan sekitarnya tidak intensif membantu agar dapat di terima kembali di lingkungan mereka.
"Oleh karena itu, kiranya kita semua dapat belajar dari pepatah lama dari orang-orang bijak, “Lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujar Kasi Intel Korem 131/Santiago Kolonel Arm Soegeng Riadi SIP.
Sebanyak 125 prajurit kemudian melaksanakan pemeriksaan tes urine yang telah disiapkan oleh pihak BNN.
Dalam pemeriksaan tes urine tersebut dari 125 personel prajurit dan PNS seluruhnya dinyatakan bebas Narkoba (Negatif) dari obat terlarang tersebut.
"Dengan demikian Korem 131/Santiago dan Yonif Raider 712/Wiratama bebas Narkoba. Kegiatan seperti ini akan dilaksanakan pada setiap triwulan sesuai dengan ketersediaan peralatan dari pihak BNN Provinsi Sulawesi Utara," ujar Kapenrem 131 Santiago Mayor Inf Fathan Ali. (dik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/personel-korem-131-santiago-bebas-narkoba_20180328_144021.jpg)