Barang Bekas di Sitaro Disulap Jadi Taman Paskah
Menjelang perayaan Paskah, umat Kristiani Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, berlomba-lomba membangun taman paskah.
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Laporan Wartawan Tribunmanado.co.id Jhonly Kaletuang
TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Menjelang perayaan Paskah, umat Kristiani Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, berlomba-lomba membangun taman paskah.
Menariknya, warga kecamatan Siau Barat Utara (Sibarut) dalam kesibukan pembangunan taman Paskah, lebih memilih untuk menggunakan barang bekas untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembangunan taman Paskah kali ini.
Menurut pendeta Londo Narasiang, Selasa (27/3/2018), taman paskah bagi umat Kristiani dibangun sebagai bentuk peringatan atas kematian sampai pada kebangkitan Yesus Kristus.
Karenanya ornamen yang di bangun dalam taman paskah adalah salib, dan kuburan batu, serta gedung gereja yang sering dihubungkan dengan telur Paskah, yang di buat dengan memanfaatkan barang bekas.
"Untuk membuat taman, warga tidak butuh biaya banyak, karena umumnya barang yang dipakai merupakan barang bekas pakai seperti spanduk bekas, papan bekas, botol bekas yang kemudian di padukan dengan cat sebagai motif," katanya.
Sementara itu, Fransisko, warga Kampung Hiung Kecamatan Sibarut, pembuatan taman paskah mengatakan, cukup memakan waktu tergantung desain dari taman yang diinginkan.
"Untuk pembuatan taman paskah bisa memakan waktu berhari-hati, namun itu tidak jadi masalah, sebagai jemaat kami meyakini betapa besar pengorbanan Tuhan dalam kehidupan ini, sampai rela menderita," akhirnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/taman-paskah-yang-dibangun-warga-kampung-hiung-kecamatan-sibarut_20180327_170632.jpg)