Warga Kritisi Sistem Drainase, Ini Komentar Kadis PUPR Kotamobagu
Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kotamobagu, berlangsung di Hotel Sutanraja, Senin (26/3).
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kotamobagu, berlangsung di Hotel Sutanraja, Senin (26/3).
Dalam Musrenbang, warga paling banyak mengkritik drainase di Kotamobagu, kurang baik. Satu di antaranya Taha Buromah, Ketua Badan Permusyawarataan Desa (BPD) Bungko.
"Drainase kurang baik. Saat hujan turun dalam satu jam, rumah warga di wilayah Bungko terendam air," ujar Taha.
Kata dia, usulan pembangunan drainase dan talud sudah diusulkan melalui Musrenbang tingkat desa/kelurahan sejak 2016, namun hingga 2018 tak pernah terealisasi.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kotamobagu, Sande Dodo mengatakan, telah melakukan survei ke tiap drainase. Ke depan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
"Tahun 2018, ada pembangunan drainase dan pembangunan talud di sungai Gope. Nantinya ke depan akan dilihat mana yang jadi prioritas," ujar Sande.
Sekretaris Kota Kotamobagu, Adnan Massinae mengatakan, pembangunan drainase dan jalan, akan segera dibangun.
"Kami akan berusaha menata kembali drainase di Kotamobagu. Agar masyarakat tidak lagi mengeluh masalah banjir, namun perlu waktu. Sebab kurangnya anggaran, jika dikerjakan sekali," ujar Adnan Massinae. (ven)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/musrenbang_20180326_155325.jpg)